Muhammad Reza Cordova
Oceanographic Research Center, National Agency for Scientific Research and Innovation, BRIN Jakarta, Ancol Area, Jl. Pasir Putih 1, Ancol, Jakarta 14430, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SEASONAL VARIATION AND MACROPLASTIC COMPOSITION ON TIDUNG ISLAND BEACH, KEPULAUAN SERIBU: VARIASI MUSIMAN DAN KOMPOSISI MAKROPLASTIK DI PANTAI PULAU TIDUNG, KEPULAUAN SERIBU Safitri Al Rahmadhani; Tri Prartono; Alan Frendy Koropitan; Muhammad Reza Cordova
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 17 No. 2 (2026): MAY 2026
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.17.253-264

Abstract

Akumulasi makroplastik sangat dipengaruhi oleh variasi musiman dan menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan ekosistem laut dan ekonomi lokal, khususnya di pulau kecil seperti Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh variasi musiman terhadap komposisi dan karakteristik polimer makroplastik di wilayah pantai Pulau Tidung. Pengambilan sampel dilakukan secara berkala selama musim barat (Januari–Februari 2022) dan musim timur (Juni–Agustus 2022) di dua lokasi pantai. Makroplastik yang dikumpulkan dalam luasan transek 5 × 30 m, diidentifikasi komposisi polimer penyusunnya menggunakan FTIR-ATR. Data kelimpahan kemudian dianalisis menggunakan uji statistik non-parametrik Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan bahwa akumulasi makroplastik pada musim barat (0,156 unit/m2 dan 2,006 g/m2) lebih tinggi daripada musim timur (0,073 unit/m2 dan 1,759 g/m2), dengan perbedaan signifikan p = 0,04 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa curah hujan dan arah pola arus musiman berpengaruh terhadap akumulasi makroplastik di pantai. Jenis makroplastik yang dominan ditemukan berupa plastik sekali pakai (bungkus kresek dan sachet, 62%). Analisis polimer mengidentifikasi polietilen (PE), karet, dan polipropilen (PP) sebagai komponen utama. Sampah tidak hanya berasal dari aktivitas wisata dan pemukiman lokal, tetapi juga bawaan dari tempat lain yang terbawa arus.