Marnita Marnita
Magister Mangement Pendidikan, Universitas Almuslim Aceh, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MELALUI PENGEMBANGAN MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN: STUDI KUALITATIF DI KOTA LHOKSEUMAWE Yunitawati Yunitawati; Zahraini Zahraini; Haryuni Haryuni; Marnita Marnita
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10612

Abstract

ABSTRACT The gap between the demands of teacher professionalism and classroom practices remains a major challenge at the junior high school level, particularly in curriculum adaptation, technology integration, and collaborative culture among teachers. In this context, the Subject Teacher Consultation Forum (Musyawarah Guru Mata Pelajaran / MGMP) is considered a strategic platform for supporting continuous teacher professional development. This study aims to analyze the role and effectiveness of MGMP in enhancing the professionalism of junior high school teachers in Lhokseumawe City. The study employed a descriptive qualitative approach involving junior high school teachers who actively participated in MGMP activities. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and were analyzed thematically through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that MGMP contributes to the improvement of teachers’ pedagogical and professional competencies through curriculum review activities, subject-matter discussions, and collaborative preparation of instructional materials. MGMP also supports technology-based instructional innovation through digital training and the sharing of best practices among teachers. In addition, MGMP contributes to teachers’ career development through mentoring in scientific writing and the strengthening of a collaborative work culture. The findings indicate that MGMP functions as a professional learning community that supports the continuous improvement of teachers’ competencies and professional performance, although stronger institutional support is still required. ABSTRAK Kesenjangan antara tuntutan profesionalisme guru dan praktik pembelajaran masih menjadi tantangan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), terutama dalam adaptasi kurikulum, pemanfaatan teknologi, dan budaya kolaborasi antar guru. Dalam konteks tersebut, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dipandang sebagai forum strategis untuk mendukung peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran dan efektivitas MGMP dalam meningkatkan profesionalisme guru SMP di Kota Lhokseumawe. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru SMP yang tergabung dalam MGMP. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MGMP berperan dalam meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional melalui kegiatan bedah kurikulum, diskusi materi, dan penyusunan perangkat pembelajaran secara kolaboratif. MGMP juga mendukung inovasi pembelajaran berbasis teknologi melalui pelatihan digital dan kegiatan berbagi praktik baik antar guru. Selain itu, MGMP berkontribusi terhadap pengembangan karier guru melalui pendampingan penulisan karya ilmiah dan penguatan budaya kerja kolaboratif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa MGMP dapat berfungsi sebagai komunitas belajar profesional yang mendukung peningkatan kompetensi dan kinerja guru secara berkelanjutan, meskipun masih memerlukan dukungan institusional yang lebih optimal.
TRANSFORMASI PENGAWASAN SEKOLAH BERBASIS DIGITAL DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS KINERJA GURU Sry Wahyuni Rai; Rita Afrina; Zaiyani Zaiyani; Marnita Marnita
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.10611

Abstract

ABSTRACT Digital transformation in education has driven changes in academic supervision practices in schools. This study aims to analyze the implementation of digital-based supervision in improving teacher performance effectiveness. The study employed a qualitative approach with a phenomenological design. Data were collected through semi-structured interviews and documentation involving principals and teachers who participated in digital supervision practices. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that supervision was implemented through the use of learning videos, WhatsApp, and Google Forms, enabling the supervision process to become more flexible, well-documented, and supportive of reflective practice. igital supervision contributed to improving teaching creativity, teacher professionalism, technological adaptability, and student engagement in the learning process. However, its implementation still faced several challenges, including limited internet infrastructure, low levels of teachers' digital literacy, and difficulties in adapting to technology, particularly among senior teachers. To address these challenges, schools provided technology training, strengthened teacher collaboration, and supplied supporting facilities. This study contributes theoretically to the development of digital academic supervision concepts and provides practical references for schools in developing adaptive supervision systems to support educational transformation in the digital era. ABSTRAK Transformasi digital dalam pendidikan telah mendorong perubahan dalam praktik supervisi akademik di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi supervisi berbasis digital dalam meningkatkan efektivitas kinerja guru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah dan guru yang berpartisipasi dalam pelaksanaan supervisi digital. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi dilakukan melalui pemanfaatan video pembelajaran, WhatsApp, dan Google Form sehingga proses pengawasan menjadi lebih fleksibel, terdokumentasi, dan mendukung refleksi pembelajaran. Penerapan supervisi digital berkontribusi terhadap peningkatan kreativitas mengajar, profesionalisme guru, kemampuan adaptasi teknologi, serta keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan infrastruktur internet, rendahnya literasi digital guru, dan kesulitan adaptasi teknologi, terutama pada guru senior. Untuk mengatasi kendala tersebut, sekolah melakukan pelatihan teknologi, memperkuat kolaborasi antarguru, serta menyediakan fasilitas pendukung. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan konsep supervisi akademik berbasis digital serta kontribusi praktis sebagai rujukan bagi sekolah dalam mengembangkan sistem supervisi yang adaptif terhadap transformasi pendidikan di era digital.