Mimpin Sembiring
STP St. Bonaventura KAM

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DALAM MENINGKATKAN SELF-EFFICACY SISWA KELAS XI DI SMA livia depari; Mimpin Sembiring
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.11091

Abstract

Self-efficacy encapsulates a core psychological construct reflecting an individual’s internal conviction in navigating academic assignments, overcoming barriers, and actualizing designated educational objectives. This scholarly inquiry is designed to elucidate the profile of self-efficacy among grade XI pupils at SMA Swasta RK Serdang Murni Lubuk Pakam and to dissect the pedagogical maneuvers deployed by Catholic Religious Education instructors to fortify this trait through theological nurturing, moral maturation, and spiritual guidance. Operationally, this study utilized a qualitative-descriptive methodology. The research informants comprised the institutional head, an educator of Catholic theology, and 12 eleventh-grade students recruited via a purposive sampling mechanism to align with the empirical focus of the study. Data procurement was structured around targeted interviews, direct field observations, and archival tracking, whereas the analytical trajectory proceeded via data reduction, structural display, and contextual inference. The diagnostic insights reveal that the students' self-efficacy resides within a reasonably competent echelon. This is structurally manifested through academic task ownership, cognitive resilience during pedagogical hurdles, and assertiveness in classroom dynamics, notwithstanding a minor segment of pupils still demonstrating unstable confidence and fragmented learning strategies. This performance standard is intrinsically linked to the proactive intervention of Catholic Religious Education teachers, who stimulate student self-efficacy through moral-theological mentoring, interactive spiritual methodologies, Christian role-modeling, institutionalizing religious activities, constructing faith-centric learning circles, and executing reflective performance evaluations. ABSTRAK Self-efficacy merepresentasikan derajat keyakinan personal seorang individu mengenai kapasitas dirinya dalam merampungkan penugasan, merespons rintangan, sekaligus menggapai target yang dicanangkan sepanjang dinamika instruksional. Investigasi ini diproyeksikan untuk memotret potret self-efficacy siswa kelas XI di SMA Swasta RK Serdang Murni Lubuk Pakam sekaligus mengidentifikasi taktik yang diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Katolik dalam mengeskalasi aspek tersebut melalui skema internalisasi iman, pematangan moral, serta pendampingan kerohanian. Desain riset ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Klaster informan kunci melibatkan kepala sekolah, pendidik rumpun materi Agama Katolik, serta 12 siswa kelas XI yang dijaring menggunakan teknik purposive sampling demi menjamin kesesuaian basis data riset. Instrumen pengumpulan data dihimpun lewat kombinasi wawancara mendalam, pengamatan lapangan, dan penelaahan dokumen, yang dilanjutkan dengan operasi analisis model interaktif meliputi reduksi, penyajian data, serta penarikan konklusi. Temuan ilmiah membuktikan bahwa efikasi diri siswa berada pada taraf yang cukup memadai. Indikasi ini dicirikan oleh tumbuhnya rasa optimisme dalam menuntaskan kewajiban akademik, ketahanan mental kala menjumpai problem belajar, serta mentalitas yang berani dalam ekosistem kelas, kendati sebagian kecil murid masih memperlihatkan krisis kepercayaan diri serta inkonsistensi taktik belajar. Kondisi makro tersebut didukung penuh oleh kontribusi strategis guru Pendidikan Agama Katolik yang mengupayakan penguatan efikasi diri murid lewat bimbingan teologis-moral, formulas instruksi rohani yang interaktif, keteladanan perilaku Kristiani, stimulasi perayaan liturgis-keagamaan, pengondisian ekosistem belajar berbasis iman, hingga penerapan evaluasi kelas yang bersifat reflektif.
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DALAM MENANGGULANGI SADNESS PADA SISWA KELAS XI DI SMA Mimpin Sembiring; Enjelita Depari
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.11093

Abstract

The strategies of Catholic Religious Education (CRE) teachers are highly important in accompanying students’ emotional and spiritual development, particularly in dealing with sadness that may influence the learning process at school. Sadness does not only affect psychological aspects, but also influences students’ physiological, cognitive, and affective dimensions in learning activities. This study focuses on describing the sadness experienced by Grade XI students and examining the strategies of Catholic Religious Education teachers in addressing sadness at SMA Swasta RK Serdang Murni Lubuk Pakam. A qualitative approach with a descriptive research design was employed. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving Catholic Religious Education teachers, Guidance and Counseling teachers, the principal, and Grade XI students. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings indicate that students’ sadness is reflected in physiological aspects such as sad facial expressions and bodily responses, cognitive aspects such as decreased concentration, changes in thinking patterns, and reduced memory ability, as well as affective aspects such as social withdrawal, low empathy, and decreased learning motivation. The strategies of CRE teachers are implemented through their roles as faith and moral educators, spiritual mentors, role models of Christian living, facilitators of religious activities, builders of faith communities, and developers of emotionally responsive learning. These strategies play an important role in helping students manage sadness, although their impact is not yet evenly experienced; therefore, a more personal and sustainable approach is still needed. ABSTRAK Strategi Guru Pendidikan Agama Katolik (PAK) penting dalam mendampingi perkembangan emosional siswa, khususnya dalam menghadapi sadness yang dapat memengaruhi proses pembelajaran di sekolah. Sadness tidak hanya berdampak pada aspek psikologis, tetapi juga memengaruhi aspek fisiologis, kognitif, dan afektif siswa dalam aktivitas belajar. Fokus kajian ini adalah mendeskripsikan sadness yang dialami siswa kelas XI serta mengkaji strategi guru Pendidikan Agama Katolik dalam menanggulangi sadness di SMA Swasta RK Serdang Murni Lubuk Pakam. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian guru Pendidikan Agama Katolik, guru Bimbingan Konseling, Kepala Sekolah, dan siswa kelas XI. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil kajian menunjukkan bahwa sadness siswa tampak pada aspek fisiologis seperti wajah murung dan respons tubuh, aspek kognitif berupa penurunan konsentrasi, perubahan cara berpikir, serta kemampuan menghafal, dan aspek afektif berupa menarik diri, rendahnya empati, serta penurunan motivasi belajar. Strategi guru PAK dilakukan melalui strategi sebagai pendidik iman dan moral, pembimbing spiritual, teladan hidup Kristiani, fasilitator kegiatan keagamaan, pembangun komunitas beriman, serta pengembang pembelajaran yang responsif terhadap kebutuhan emosional siswa. Strategi guru PAK berperan penting dalam membantu siswa mengelola sadness, meskipun dampaknya belum merata sehingga diperlukan pendekatan yang lebih personal dan berkelanjutan.
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DALAM MEMBANGUN SELF- CONFIDENCE SISWA SMA Regina Lusiana Hutapea; Mimpin Sembiring
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.11401

Abstract

ABSTRACT Student achievement in Economics is shaped not only by cognitive ability but also by learning behaviors developed throughout the educational process. Among the factors frequently associated with academic success are students’ level of participation during learning activities and their consistency in carrying out academic responsibilities. This study explored the relationship between learning activeness, learning discipline, and Economics learning outcomes among students of SMA Santo Antonius Bangun Mulia Medan. A quantitative survey approach was employed involving 107 twelfth-grade students selected through random sampling from a population of 145 students. Data were gathered using questionnaires and subsequently analyzed through simple linear regression and multiple linear regression techniques to examine both individual and combined effects of the independent variables. The analysis revealed that learning activeness and learning discipline each had a positive and significant influence on students’ learning outcomes. When examined simultaneously, both variables also demonstrated a significant contribution to academic achievement in Economics. These findings indicate that successful learning is closely connected to students’ engagement in classroom activities and their ability to maintain disciplined study habits. The study reinforces empirical evidence that behavioral aspects of learning play an important role in supporting academic performance. Strengthening student participation and fostering learning discipline may therefore serve as strategic efforts to improve learning outcomes in Economics education. ABSTRAK Pencapaian hasil belajar ekonomi tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan kognitif siswa, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana mereka terlibat dalam proses pembelajaran dan menjalankan tanggung jawab akademiknya. Di lingkungan sekolah, masih ditemukan siswa yang kurang aktif selama pembelajaran berlangsung dan belum menunjukkan disiplin belajar yang konsisten, sehingga kondisi tersebut berpotensi memengaruhi capaian belajarnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji keterkaitan antara keaktifan belajar dan disiplin belajar dengan hasil belajar ekonomi siswa di SMA Santo Antonius Bangun Mulia Medan. Kajian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei. Sebanyak 145 siswa kelas XII menjadi populasi penelitian, sedangkan 107 siswa dipilih sebagai sampel menggunakan teknik random sampling. Data diperoleh melalui penyebaran angket dan selanjutnya dianalisis menggunakan regresi linear sederhana serta regresi linear berganda guna melihat pengaruh masing-masing variabel maupun pengaruh keduanya secara bersama-sama. Analisis yang dilakukan memperlihatkan bahwa keaktifan belajar memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian hasil belajar. Pengaruh yang sama juga ditemukan pada disiplin belajar. Ketika kedua faktor tersebut dianalisis secara simultan, keduanya tetap menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa. Temuan ini menguatkan pandangan bahwa keberhasilan belajar tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga oleh perilaku belajar yang tercermin melalui partisipasi aktif dan kedisiplinan siswa. Dengan demikian, upaya peningkatan hasil belajar perlu diarahkan pada penguatan kedua aspek tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran di sekolah.