Islamic Cultural History (SKI) learning in madrasahs is still predominantly oriented toward memorization and lecture-based methods, resulting in students’ critical thinking skills not being optimally developed. This study aims to analyze the implementation of the storytelling method in SKI learning and its contribution to improving students’ critical thinking skills. This research employed a qualitative approach with a descriptive design and was conducted at MTs Ma’arif NU 10 Penawaja. The research subjects consisted of an SKI teacher and seventh-grade students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using an interactive model involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of the storytelling method creates a more interactive, communicative, and meaningful learning environment. Moreover, the method significantly improves students’ critical thinking skills across the indicators of interpretation, analysis, evaluation, inference, and explanation, with the average score increasing from 31.6% to 64.4%. Students also demonstrated increased participation in discussions, improved ability to express opinions, and deeper understanding of the values embedded in Islamic historical events. In conclusion, the storytelling method is effective as an innovative learning strategy for enhancing students’ critical thinking skills in SKI subjects and has strong potential for further development in supporting 21st-century learning. ABSTRAK Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di madrasah masih cenderung berorientasi pada hafalan dan metode ceramah, sehingga keterampilan berpikir kritis peserta didik belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode storytelling dalam pembelajaran SKI serta kontribusinya dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang dilaksanakan di MTs Ma’arif NU 10 Penawaja. Subjek penelitian meliputi guru SKI dan peserta didik kelas VIII. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data menggunakan model interaktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode storytelling mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, komunikatif, dan bermakna. Selain itu, metode ini terbukti meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik yang meliputi indikator interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, dan eksplanasi, dengan rata-rata peningkatan dari 31,6% menjadi 64,4%. Peserta didik juga menunjukkan peningkatan keaktifan dalam berdiskusi, kemampuan mengemukakan pendapat, serta pemahaman terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa sejarah Islam. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa metode storytelling efektif sebagai strategi pembelajaran inovatif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada mata pelajaran SKI, serta memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dalam mendukung pembelajaran abad ke-21.