Samuel Yordan Ambarita
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS STEM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI PEMBAGIAN SUKU BANYAK DI SMA Andini Sahrani Daulay; Dian Elita Apriani; Mutia Hafiza; Nashwa Rahmadhani Simatupang; Nur Hafizah Nasution; Samuel Yordan Ambarita; Sri Vioni Novena Simanihuruk
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.11833

Abstract

This study was designed to investigate the enhancement of students' critical thinking capacities by implementing a Problem-Based Learning (PBL) model integrated with the Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) approach to polynomial division topics at the high school level. A quantitative method utilizing a Pre-Experimental One-Group Pretest–Posttest Design was managed in this framework. Through a purposive sampling technique, 14 students from class XI-1 at GKPI Padang Bulan Private Senior High School were determined as the research participants. The research data were gathered using critical thinking competency tests distributed prior to and following the learning intervention, which were subsequently computed through the N-Gain analysis. The empirical evidence indicated a noticeable shift in the students' performance, where the average pretest score of 52.14 substantially expanded to 76.43 during the posttest. Furthermore, the N-Gain computation demonstrated a mean score of 0.50, which falls into the moderate growth classification. This intellectual growth was visibly observed across several key parameters, including analysis, evaluation, inference, and the formulation of problem-solving pathways. These outcomes emphasize that combining the Problem-Based Learning framework with a STEM orientation successfully establishes a student-centered, active, and contextual learning environment that effectively drives critical reasoning within mathematics pedagogy. Consequently, STEM-driven Problem-Based Learning represents a promising instructional strategy to elevate high school students' critical thinking attributes regarding polynomial division materials. ABSTRAK Penelitian ini ditujukan guna menguji eskalasi kecakapan berpikir kritis peserta didik lewat implementasi model Problem-Based Learning (PBL) yang diintegrasikan dengan pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) pada topik pembagian suku banyak di jenjang SMA. Pendekatan kuantitatif dengan rancangan Pre-Experimental tipe One Group Pretest–Posttest diterapkan dalam riset ini. Penentuan subjek riset menggunakan teknik purposive sampling, yang menghasilkan sampel sebanyak 14 siswa kelas XI-1 SMA Swasta GKPI Padang Bulan. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan melalui instrumen tes kemampuan berpikir kritis yang diselenggarakan pada fase sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) intervensi pembelajaran, di mana data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan uji Normalized Gain (N-Gain). Hasil eksperimen memperlihatkan adanya pergeseran positif pada rerata skor siswa, dari yang semula sebesar 52,14 pada saat pretest melonjak menjadi 76,43 ketika posttest. Berdasarkan kalkulasi uji N-Gain, didapatkan nilai rata-rata sebesar 0,50 yang merepresentasikan tingkat peningkatan pada kategori sedang. Perkembangan kecakapan berpikir kritis ini teridentifikasi secara konkret pada indikator analisis, evaluasi, inferensi, serta keterampilan mendesain strategi penyelesaian masalah. Output riset ini mengonfirmasi bahwa perpaduan model Problem-Based Learning berorientasi STEM sukses menstimulasi lingkungan belajar yang interaktif, kontekstual, serta berorientasi pada kemandirian siswa (student-centered), sehingga berkontribusi nyata terhadap stimulasi nalar kritis dalam kurikulum matematika. Oleh karena itu, penerapan PBL berbasis STEM layak direkomendasikan sebagai salah satu opsi strategi instruksional yang andal demi memacu kemampuan berpikir kritis siswa SMA pada materi pembagian suku banyak.
ANALYSIS OF STUDENTS' MISCONCEPTIONS ON PRIME NUMBERS BASED ON THE CERTAINTY OF RESPONSE INDEX (CRI) Aisya Nabila Putri; Amelia Cristy Saragih; Mutia Hafiza; Rifka Elianti Br Kaban; Samuel Yordan Ambarita; Budi Halomoan Siregar
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.10162

Abstract

ABSTRACT Misconceptions are one of the common problems in mathematics learning and can hinder students’ conceptual understanding. In the topic of prime numbers, misunderstandings often occur because students do not fully comprehend the definition and characteristics of the factors of a number. Therefore, a systematic identification is needed to determine the types of misconceptions experienced by students. This study aims to analyze students’ misconceptions on the topic of prime numbers using the Certainty of Response Index (CRI) method. This study employed a quantitative approach with a descriptive research design. The research subjects were 23 ninth-grade students at SMP Deli Murni Sukamaju. Data were collected through a diagnostic test consisting of 15 questions equipped with a CRI scale to measure students’ confidence in their answers. The data were analyzed by grouping students’ responses based on answer accuracy and confidence level, which were then classified into four categories of understanding: conceptual understanding, misconception, lack of understanding, and guessing. The results showed that out of 345 student responses, 31.6% were categorized as understanding the concept, 39.1% experienced misconceptions, 20.9% did not understand the concept, and 8.4% answered by guessing. The dominant misconceptions were related to the definition of prime numbers, determining the factors of a number, and the assumption that all odd numbers are prime numbers. These findings indicate that the CRI method is effective in identifying students’ misconceptions and can serve as a basis for teachers to design learning strategies that emphasize conceptual understanding. ABSTRAK Miskonsepsi merupakan salah satu permasalahan yang sering muncul dalam pembelajaran matematika dan dapat menghambat pemahaman konsep siswa. Pada materi bilangan prima, kesalahan pemahaman sering terjadi karena siswa belum sepenuhnya memahami definisi dan karakteristik faktor suatu bilangan. Oleh karena itu, diperlukan identifikasi yang sistematis untuk mengetahui bentuk miskonsepsi yang dialami siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi siswa pada materi bilangan prima dengan menggunakan metode Certainty of Response Index (CRI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah 23 siswa kelas IX di SMP Deli Murni Sukamaju. Data dikumpulkan melalui tes diagnostik sebanyak 15 soal yang dilengkapi dengan skala CRI untuk mengukur tingkat keyakinan siswa terhadap jawaban yang diberikan. Data dianalisis dengan mengelompokkan respons siswa berdasarkan ketepatan jawaban dan tingkat keyakinan, kemudian diklasifikasikan ke dalam empat kategori pemahaman, yaitu memahami konsep, miskonsepsi, tidak memahami konsep, dan menebak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 345 respons siswa, sebesar 31,6% termasuk kategori memahami konsep, 39,1% mengalami miskonsepsi, 20,9% tidak memahami konsep, dan 8,4% menjawab dengan menebak. Miskonsepsi yang dominan berkaitan dengan definisi bilangan prima, penentuan faktor bilangan, serta anggapan bahwa semua bilangan ganjil adalah bilangan prima. Temuan ini menunjukkan bahwa metode CRI efektif untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa sehingga dapat menjadi dasar bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih menekankan pada pemahaman konsep.