This Author published in this journals
All Journal Agroteknika
Masagus Muhammad Prima Putra
Universitas Gadjah Mada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Komposisi Kimia Beras dengan Metode Eksploratif Spektra NIR-Vis Sebagai Dasar Pengembangan Metode Analisis Non-Destruktif Dewanti Cahya Widi; Dwi Yuli Prastika; Elsa Dwi Ana Santosa; Lintang Sukma Surtri Putri; Masagus Muhammad Prima Putra; Muhammad Saifur Rohman
Agroteknika Vol 9 No 2 (2026): ARTICLES IN PRESS
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i2.609

Abstract

Beras merupakan komoditas pangan utama dengan komposisi kimia meliputi kadar air, protein, lemak, karbohidrat, dan mineral (Ca, Fe, Mg, Zn) yang berpengaruh pada nilai gizi, rasa dan umur simpan beras. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesahihan metode spektroskopi NIR-Vis dalam analisis komposisi kimia beras sebagai dasar pengembangan metode analisis non-destruktif. Enam varietas beras (beras Cokelat, Merah, Hitam, Mentik Putih, Pandan Wangi, dan Porang) dipilih karena mewakili variasi warna, aroma, tekstur dan komposisi gizi beras. Metode penelitian ini terdiri dari uji proksimat yang dilakukan sesuai SNI 01-2891-1992 dan eksplorasi spektra NIR-Vis yang diukur pada panjang gelombang 400–1700 nm. Hasil menunjukkan bahwa kadar air tertinggi terdapat pada beras Mentik Putih (11,57±0,03%), kadar abu dan lemak tertinggi pada beras Hitam (2,55±0,01% dan 5,02±0,03%), kadar protein tertinggi pada beras Cokelat (10,68±0,67%), serta kadar karbohidrat tertinggi pada beras Porang (82,34±0,09%). Sedangkan, kadar mineral Ca tertinggi terdapat pada beras Hitam (0,72±0,04 mg/L), Fe dan Mg pada beras Merah (0,90±0,01 mg/L dan 1,04±0,01 mg/L), dan Zn pada beras Mentik Putih (1,31±0,01 mg/L). Analisis korelasi Pearson (r) menunjukkan kadar karbohidrat berkorelasi positif kuat (r→+1,0) pada 1300–1650 nm, kadar lemak dan protein menunjukkan korelasi negatif kuat (r→-0,9) pada 1000–1200 nm, sedangkan kadar air menunjukkan korelasi positif lemah (r→+0,3) di 600 nm. Analisis PCA menunjukkan efisiensi tinggi dengan PC 1 (53,8%) dan PC 2 (44,2%) secara kumulatif telah menangkap 98% total perbedaan antar sampel. Penelitian ini membuktikan bahwa kombinasi uji proksimat dan spektroskopi NIR-Vis efektif digunakan sebagai metode non-destruktif untuk analisis komposisi kimia beras.