Moch. Tabriz Azenta
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pencegahan Hipertensi melalui Edukasi dan Deteksi Dini di Posyandu Lansia Keden Ngadirejo, Kabupaten Sukoharjo Moch. Tabriz Azenta; Pradestya Achmad Sulthon; Aulida Azkia Kamila; Putri Fatimah Zahra; Ayudya Intan Robbiatul Addawiyah; Lintang Andini; Ilham Hafizha Maulana Anam; Nesza Amelia; Aizah Nautica Dimentieva; Retno Suryaningsih
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1663

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama pada lansia dengan prevalensi tinggi dan dampak signifikan terhadap morbiditas kardiovaskular, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan lansia terkait Hipertensi sebelum dan sesudah pemberian edukasi kesehatan di Posyandu Lansia Keden Ngadirejo, Kabupaten Sukoharjo. Penelitian menggunakan jenis penelitian korelasi dengan desain semi-eksperimental before and after pada 49 lansia berusia 60 tahun ke atas yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa edukasi kesehatan terstruktur mengenai Hipertensi dan pemeriksaan tekanan darah dilaksanakan dalam satu sesi. Data pengetahuan dikumpulkan melalui kuesioner pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank untuk melihat perubahan pengetahuan pada setiap peserta. Hasil menunjukkan perubahan pengetahuan yang bermakna secara statistik (W = 60,00; z = -3,256; p < 0,001) dengan estimasi Hodges-Lehmann sebesar -1,000, yang mengindikasikan nilai posttest secara konsisten lebih tinggi dibandingkan nilai pretest pada seluruh peserta. Karakteristik peserta didominasi perempuan (85,7%) dengan kelompok usia terbanyak pada rentang 66-70 tahun (40,8%). Kesimpulannya, posyandu lansia merupakan platform yang efektif untuk pelaksanaan edukasi kesehatan berbasis komunitas dalam upaya pencegahan Hipertensi pada populasi lanjut usia di wilayah rural.
Tantangan dan Peluang Terapi Penurun Lipid dalam Pengendalian Penyakit Kardiovaskular: Tinjauan Sistematis dari Perspektif Kesehatan Masyarakat Moch. Tabriz Azenta; Intan Astrida; Lintang Andini; Heigy Averosa Fitriani Bakri; Gilang Raihan Adi Nugraha; Aurora Revi Samantha; Nadyne Candra Diana Anugraheni; Rengganis Sungsang Kosala; Rona Nasywa Mahira; Ayunissa Mirella Lestari
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v5i1.1688

Abstract

Aterosklerosis merupakan penyebab utama penyakit kardiovaskular global yang menyebabkan sekitar 17,9 juta kematian setiap tahun. Peningkatan kadar kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL-C) berperan penting dalam pembentukan plak aterosklerotik melalui retensi lipoprotein, disfungsi endotel, dan pembentukan sel busa. Artikel ini bertujuan mengevaluasi perkembangan terapi penurun lipid dan dampaknya terhadap progresi aterosklerosis berdasarkan bukti ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) melalui PubMed dan Google Scholar dengan mengikuti alur PRISMA. Proses identifikasi menghasilkan 581 rekaman; setelah penghapusan duplikasi tersisa 531 artikel untuk tahap skrining. Sebanyak 372 artikel dieliminasi pada tahap judul dan abstrak, diikuti evaluasi full-text terhadap 51 artikel yang dapat diakses. Seleksi akhir menghasilkan 8 studi yang dianalisis, dengan tambahan 10 referensi pendukung untuk memperkuat latar belakang dan diskusi. Hasil menunjukkan statin tetap menjadi terapi utama dengan penurunan LDL-C sebesar 30-60% dan penurunan kejadian kardiovaskular hingga 30%. Ezetimibe memberikan tambahan reduksi 15-25%, sementara inhibitor PCSK9 menurunkan LDL-C lebih dari 60% disertai regresi plak. Terapi baru seperti bempedoic acid dan inclisiran efektif pada pasien intoleran statin. Disimpulkan bahwa terapi penurun lipid berperan krusial dalam pengendalian aterosklerosis; namun demikian, kesenjangan akses terhadap terapi modern, rendahnya kepatuhan pengobatan di masyarakat, serta beban ekonomi yang ditanggung sistem pembiayaan kesehatan nasional menuntut perhatian serius dari pembuat kebijakan kesehatan masyarakat.