Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Implementasi Pendekatan STEM Dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Menengah Pertama Eneng Fitri Windasari; Hendro Prasetyono
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): Mei
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i2.1712

Abstract

Pembelajaran IPA di tingkat SMP memerlukan pendekatan yang mampu mengintegrasikan sains, teknologi, teknik, dan matematika secara kontekstual guna mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21. Namun, pelaksanaan pembelajaran IPA di sekolah masih cenderung berpusat pada guru sehingga kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah siswa belum berkembang secara optimal. Salah satu pendekatan yang dinilai relevan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan STEM dalam pembelajaran IPA di tingkat SMP. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur, seperti artikel ilmiah, jurnal terakreditasi, buku referensi, dan dokumen terkait Kurikulum Merdeka yang relevan dengan topik penelitian. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik deskriptif-analitis untuk memperoleh gambaran mengenai implementasi pendekatan STEM dalam pembelajaran IPA SMP. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan STEM umumnya diintegrasikan dengan model pembelajaran seperti project-based learning, problem-based learning, dan discovery learning. Implementasi STEM terbukti mampu meningkatkan hasil belajar, keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kemampuan pemecahan masalah, serta literasi sains siswa. Selain itu, pendekatan STEM juga mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka melalui pembelajaran yang kontekstual, aktif, dan berpusat pada peserta didik. Namun, implementasi STEM masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan kesiapan guru, sarana pembelajaran, serta belum optimalnya peningkatan literasi teknologi dan kemampuan pengambilan keputusan siswa. Oleh karena itu, diperlukan dukungan fasilitas dan peningkatan kompetensi guru agar implementasi pendekatan STEM dalam pembelajaran IPA dapat berjalan secara optimal.
Analisis Literatur Penggunaan Assembler Edu sebagai Multimedia Interaktif dalam Pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama Siti Kulsum; Hendro Prasetyono
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): Mei
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i2.1714

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan sekolah menengah pertama membutuhkan media pembelajaran yang interaktif dan kontekstual, yang mendorong partisipasi aktif siswa. Namun, keterbatasan kompetensi teknis para guru sering kali menghambat pengembangan konten multimedia interaktif. Tujuan studi ini adalah menganalisis literatur mengenai penggunaan “Assembler Edu” sebagai alat multimedia interaktif dalam pembelajaran di sekolah menengah pertama. Pendekatan yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap 27 artikel terpilih dari basis data Scopus, Google Scholar, DOAJ, Garuda, dan ERIC, yang diterbitkan pada periode 2020–2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa Assembler Edu dapat meningkatkan keterlibatan belajar, motivasi, serta prestasi akademik siswa melalui pengalaman belajar berbasis Augmented Reality (AR). Sebanyak 37% studi menyoroti aspek desain multimedia interaktif, 33,3% mengevaluasi efektivitasnya, dan 29,7% membahas pengaruhnya terhadap motivasi belajar. Studi ini menyimpulkan bahwa efektivitas Assembler Edu bergantung pada kesiapan guru dan integrasi pedagogis yang optimal. Secara teoritis, hasil ini memperkaya penerapan Teori Kognitif Pembelajaran Multimedia dan kerangka kerja TPACK dalam konteks pendidikan dasar. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan rekomendasi strategis bagi guru dan pembuat kebijakan pendidikan untuk mengadopsi Assembler Edu sebagai alat pembelajaran inovatif.