Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Deteksi dini kelainan knee dan ankle pada atlet futsal SMP Negeri 13 Kota Depok Ni Nyoman Melani Karang; A A I Ayesa Febrinia Adyasputri; Raufina Riandhani Mulyoto; Bayu Meidiansyah Nugroho; Fitri Indriyani; Naisya Febrina; Rurouni Batosai; Gabeuli Angelica; Valya Modja Aqila
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38315

Abstract

Abstrak Saat ini futsal menjadi salah satu olahraga yang diminati. Futsal melibatkan beberapa kemampuan teknis dan fisik dalam permainnya yang menjadikan banyak variabel dapat memengaruhi keberhasilan dalam olahraga ini. Tingkat cedera yang terjadi pada futsal lebih tinggi dibandingkan dengan sepak bola.  Knee dan ankle merupakan dua bagian tubuh yang paling rentan mengalami cedera. Maka dari itu diperlukan deteksi dini untuk pencegahan cedera. Kegiatan ini bertujuan untuk deteksi dini kelainan pada knee dan ankle untuk pencegahan cedera dan memberikan intervensi yang tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu tahap proses persiapan, pelaksanaan, pengolahan hasil dari pemeriksaan.Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Merce UPN Veteran Jakarta, pada 2 Desember 2025 dengan metode demonstrasi yang melibatkan 17 orang. Hasil dari seluruh pemeriksaan yang telah dilakukan pada pemain futsal, pemeriksaan khusus yang sistematis mampu mendeteksi potensi masalah struktur jaringan sebelum berkembang menjadi cedera yang lebih serius. Hasil pemeriksaan menunjukkan hasil tertinggi yaitu 5 orang yang postifi pada Thessaly Test (29,45%). Sehingga dengan melakukan pemeriksaan knee dan ankle dapat menjadi program pencegahan cedera yang komprehensif dan deteksi dini faktor risiko, implementasi intervensi individual yang tepat sasaran, dan monitoring berkelanjutan terhadap status kondisi pemain yang akan mengoptimalkan performa dari pemain futsal. Kata kunci: ankle; deteksi dini; futsal; knee; pemeriksaan khusus. Abstract Futsal has emerged as one of the most widely practiced sports in contemporary society. The game demands a combination of technical skills and physical conditioning, making performance outcomes contingent upon numerous variables. Notably, the incidence of injury in futsal has been reported to be higher than that observed in association football, with the knee and ankle identified as the two anatomical regions most susceptible to injury. Consequently, early detection measures are essential for injury prevention purposes.This community service activity was designed to facilitate early detection of abnormalities in the knee and ankle joints, with the dual objectives of preventing sports-related injuries and providing appropriate clinical interventions.The program was conducted in three sequential phases: the preparatory phase, the implementation phase, and the phase of examination result processing. The activity was carried out at the Merce Building, UPN Veteran Jakarta, on December 2, 2025, employing a demonstration method with a total of 17 participants drawn from the futsal player population.The findings from the comprehensive physical examinations demonstrated that systematic special testing protocols are capable of detecting potential structural tissue abnormalities prior to their progression into more serious injuries. Among the examination results, the Thessaly Test yielded the highest positive rate, with 5 participants (29.45%) returning a positive result.These findings suggest that the implementation of knee and ankle screening programs can serve as a comprehensive injury prevention strategy through early identification of risk factors, the application of individually targeted interventions, and continuous monitoring of players' physical condition — all of which are anticipated to optimize the overall performance of futsal athletes. Keywords: ankle; early detection; futsal; knee; specialized examination
Skrining antropometri sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan obesitas pada anak sekolah di SDI Plus Darul Ulum Raufina Riandhani Mulyoto; Ni Nyoman Melani Karang; A A I Ayesa Febrinia Adyasputri; Rezmaylatifa Rezmaylatifa; Salsabila Hilwa Az Zahra; Jevelien Tesalonika Meivianty; Haya Almayra Tsani; Najwa Ramadhani Setiansyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38305

Abstract

Abstrak Obesitas saat ini menjadi satu permasalahan yang ada di berbagai negara, salah satunya Indonesia. Terdapat 2 faktor yang dapat memengaruhi obesitas, yaitu faktor yang tidak dapat dimodifikasi dan yang dapat dimodifikasi. Interaksi antara faktor-faktor yang kompleks ini dapat menyebabkan terjadinya obesitas pada anak. Maka dari itu, diperlukan deteksi dini untuk pencegahan obesitas. Kegiatan ini bertujuan untuk deteksi dini untuk upaya pencegahan obesitas pada anak, salah satunya dengan melakukan pemeriksaan secara berkala. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu tahap proses persiapan, pelaksanaan, dan pengolahan hasil dari pemeriksaan. Kegiatan ini dilaksanakan di SDI Plus Darul Ulum pada 24 November 2025 menggunakan metode demonstrasi yang melibatkan 24 siswa/i. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa mayoritas anak berada pada kategori IMT normal (58.3%) dan risiko obesitas rendah (87.5%). Nilai rata-rata WHtR responden berada di bawah ambang risiko obesitas sentral (0.43 ± 0.04), yang mengindikasikan bahwa secara umum risiko penumpukan lemak abdominal masih rendah. Kegiatan pemeriksaan antropometri tidak hanya berfungsi sebagai skrining, tetapi juga sebagai dasar penyusunan program promotif dan preventif di sekolah. Pendekatan kolaboratif antara sekolah, tenaga kesehatan, dan orang tua diharapkan mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal serta menurunkan risiko masalah gizi di masa mendatang.  Kata Kunci : deteksi dini; obesitas; pemeriksaan antropometri. Abstract Obesity is currently a problem in various countries, including Indonesia. Two factors can influence obesity: non-modifiable and modifiable factors. The interaction between these complex factors can lead to obesity in children. Therefore, early detection is needed to prevent obesity. This activity aims to provide early detection for obesity prevention efforts in children, one of which is through regular examinations. This community service activity is carried out in three stages: preparation, implementation, and processing of the examination results. This activity was carried out at SDI Plus Darul Ulum on November 24, 2025, using a demonstration method involving 24 students. The examination results showed that the majority of children were in the normal BMI category (58.3%) and low risk of obesity (87.5%). The average WHtR value of respondents was below the threshold for central obesity risk (0.43 ± 0.04), indicating that the risk of abdominal fat accumulation is generally low. Anthropometric examinations serve not only as screening but also as a basis for developing promotive and preventive programs in schools. A collaborative approach between schools, health workers, and parents is expected to support optimal child growth and development and reduce the risk of nutritional problems in the future. Keywords: early detection; obesity; anthropometric examination.
Skrining keseimbangan, proprioseptif dan kelincahan untuk pencegahan cedera dan peningkatan performa pada komunitas basket UPN Veteran Jakarta A A I Ayesa Febrinia Adyasputri; Raufina Riandhani Mulyoto; Ni Nyoman Melani Karang; Fitri Indriyani; Fauziah Nurhasanah; Aulia Maharani; Legi Puteri Prasya; Mutiara Chaerunnisa; Tariva Ramadhanty; Attaya Ahmad
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38312

Abstract

Abstrak Sistem neuromuskular merupakan satu sistem yang kompleks dan saling terhubung yang menghubungkan otak, spinal cord dan  saraf ekstremitas dengan reseptor sensorik dan otot yang terletak di seluruh tubuh. Peran sistem neuromuskular berfungsi untuk mengintegrasikan informasi sensorik sehingga dapat mengoordinasikan tindakan otot yang tepat yang diperlukan untuk menghasilkan gerakan yang diinginkan. Salah satu olahraga yang membutuhkan keseimbangan, proprioseptif dan kelincahan yaitu basket. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi keseimbangan, proprioseptif dan kelincahan  guna meningkatkan performa dan mencegah cedera. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu tahap  proses persiapan, pelaksanaan, pengolahan hasil dari pemeriksaan. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Limo UPN Veteran Jakrta pada 14 November 2025 dengan metode demonstrasi pada 21 orang yang terlibat. Secara keseluruhan, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa program skrining ini efektif dalam mengidentifikasi profil kemampuan keseimbangan, propioseptif, dan kelincahan pada komunitas basket FEB dan FISIP UPN “Veteran” Jakarta. Meskipun mayoritas peserta menunjukkan performa yang baik hingga rata-rata pada nilai keseimbangan, propioseptif, dan kelincahan. Kegiatan ini berhasil memberikan gambaran kondisi neuromotor peserta dan dapat digunakan sebagai dasar pemberian rekomendasi latihan preventif untuk mengurangi risiko cedera dan meningkatkan performa bermain basket. Kata Kunci : basket; kelincahan; keseimbangan; propioseptif Abstract The neuromuscular system is a complex and interconnected system that connects the brain, spinal cord, and peripheral nerves with sensory receptors and muscles located throughout the body. The role of the neuromuscular system is to integrate sensory information so it can coordinate appropriate muscle actions necessary to produce desired movements. One sport that requires balance, proprioception, and agility is basketball. This activity aims to assess balance, proprioception, and agility to enhance performance and prevent injuries. This community service activity was carried out through three stages: the preparation process, implementation, and processing of examination results. This activity was held at Lapangan Limo Upn Veteran Jakarta on November 14, 2025 using a demonstration method involving 21 participants. Overall, the neuromotor skill examination results show that this screening program is effective in identifying the balance, proprioception, and agility profiles of the FEB and FISIP UPN "Veteran" Jakarta basketball community. Although the majority of participants demonstrated good to average performance in balance, proprioception, and agility. This activity successfully provided an overview of participants' neuromotor condition and can be used as a basis for providing preventive training recommendations to reduce injury risk and improve basketball performance. Keywords: basketball; agility; balance; propioception