Perkembangan layanan ojek online di Indonesia telah melahirkan sebuah sistem kerja digital yang didasarkan pada manajemen algoritmik. Sistem ini berfungsi untuk mengatur penyebaran pesanan, penilaian, pemberian insentif, dan pengawasan performa pengemudi secara otomatis menggunakan aplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara manajemen algoritmik dan tingkat kepuasan kerja pengemudi ojek online dari Generasi Z di Indonesia dengan menggunakan pendekatan penelitian literatur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik tinjauan pustaka terhadap jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan manajemen berbasis algoritma memiliki dampak positif, seperti fleksibilitas dalam pekerjaan, akses yang mudah terhadap pekerjaan, dan peningkatan efisiensi dalam operasional platform digital. Akan tetapi, sistem algoritma juga menghadirkan tekanan kerja digital yang berasal dari sistem penilaian, target performa, harga yang berubah-ubah, dan pengawasan yang dilakukan secara real-time yang bisa mengurangi otonomi pekerja dan menambah ketidakpastian dalam pendapatan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan adanya dualitas dalam penerapan manajemen algoritmik, yaitu sebagai suatu sistem yang mampu meningkatkan efisiensi tetapi juga menjadi sumber tekanan bagi pengemudi ojek online dari Generasi Z. Kebaruan studi ini terletak pada pengembangan Model Ketegangan Algoritma untuk menggambarkan hubungan antara efisiensi algoritma dan kepuasan kerja dalam ekosistem ekonomi gig yang ada di Indonesia.