Saifullah
UIN Suska Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Khauf dan Rajā’ Perspektif Sufi Perempuan Abad ke-2 Hijriyah Saifullah; Saidul Amin; Kasmuri; Rina Rehayati; Khairiah; Putri Anggraini
Jurnal Spiritual Healing Vol 7 No 1 (2026): Spiritual Healing
Publisher : Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/sh.v7i1.34710

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep khauf (rasa takut kepada Allah) dan rajā' (harapan kepada rahmat Allah) dalam pandangan para sufi perempuan abad ke-2 Hijriah, serta menunjukkan kontribusi mereka terhadap perkembangan pemikiran tasawuf klasik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, menelusuri sumber-sumber klasik seperti Ṭabaqāt al-Ṣūfiyyah karya al-Sulamī, Ṣifat al-Ṣafwah karya Ibn al-Jauzī, dan A'lām al-Nisā' karya Kahḥālah. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahap: merumuskan kembali data, mendeskripsikan pola spiritual, dan memperlihatkan kekuatan serta kelemahan pemikiran para sufi perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh-tokoh seperti Mu'ādzah al-'Adawiyyah (101 H), Hafsah binti Sirin (w.101 H), Rābi'ah al-'Adawiyyah (95-185), Sha'wānah (154-184), Sayyidah Nafīsah (145-208 H), dan Fāṭimah Naysābūriyyah (w. 223 H) memiliki pemahaman unik tentang keseimbangan khauf dan rajā'. Khauf menjaga hati dari kelalaian dan dosa, sedangkan rajā' mencegah keputusasaan dan memberikan energi spiritual. Keseimbangan ini mengantarkan mereka pada maqām yang lebih tinggi, bahkan mencapai mahabbah (cinta ilahi) sebagaimana dicontohkan Rābi'ah al-'Adawiyyah (95-185). Kesimpulannya, para sufi perempuan abad ke-2 Hijriah memberikan kontribusi signifikan dengan memperkaya khazanah tasawuf melalui dimensi emosional dan spiritual yang lembut namun tegas, membuktikan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam perjalanan menuju ma'rifatullah. ABSTRACT This study aims to analyze the concepts of khauf (fear of Allah) and rajā' (hope in Allah's mercy) from the perspective of female Sufis in the 2nd century Hijriah, and to demonstrate their contributions to the development of classical Sufi thought. The research method employed is library research with a qualitative approach, examining classical sources such as al-Sulamī's Ṭabaqāt al-Ṣūfiyyah, Ibn al-Jauzī's Ṣifat al-Ṣafwah, and Kahḥālah's A'lām al-Nisā'. Data analysis was conducted through three stages: reformulating data, describing spiritual patterns, and presenting the strengths and weaknesses of female Sufi thought. The findings reveal that figures such as Mu'ādzah al-'Adawiyyah (w. 101 H), Hafsah binti Sirin (w.101 H), Rābi'ah al-'Adawiyyah (95-185), Sha'wānah (154-184), Sayyidah Nafīsah (145-208), and Fāṭimah Naysābūriyyah (W.223 H) possessed unique understandings of the balance between khauf and rajā'. Khauf guards the heart from negligence and sin, while rajā' prevents despair and provides spiritual energy. This balance led them to higher spiritual stations (maqām), even reaching mahabbah (divine love) as exemplified by Rābi'ah al-'Adawiyyah. In conclusion, female Sufis of the 2nd century Hijriah made significant contributions by enriching Sufi tradition through gentle yet firm emotional and spiritual dimensions, proving that women played an essential role in the journey toward ma'rifatullah (knowledge of Allah).