Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Degradasi Nilai Pakaian Tradisional di Kalangan Remaja Desa Marokota: Analisis Cultural Lag dalam Pewarisan Budaya Lokal Yakup Ole Ate; Lasarus Jehamat; Imanta I Perangin Angin; Aelsthri Ndandara
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1641

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis degradasi nilai pakaian tradisional di kalangan remaja Desa Marokota, Kabupaten Sumba Barat Daya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di Desa Marokota. Informan penelitian berjumlah 10 orang yang terdiri atas 6 remaja laki-laki berusia 16–19 tahun, 3 orang tua, dan 1 tetua adat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pakaian tradisional di kalangan remaja mengalami pergeseran dari praktik keseharian menuju penggunaan yang terbatas pada kegiatan adat dan seremonial. Pemahaman remaja terhadap nilai filosofis, sosial, dan spiritual yang terkandung dalam pakaian tradisional juga cenderung melemah. Degradasi nilai tersebut dipengaruhi oleh kenyamanan dan kepraktisan pakaian modern, pengaruh media sosial, kelompok sebaya, faktor ekonomi, serta melemahnya proses pewarisan budaya antargenerasi. Dalam perspektif Cultural Lag, perubahan tersebut menunjukkan ketidakseimbangan antara perkembangan budaya material dan budaya non-material. Penelitian ini menyimpulkan bahwa degradasi nilai pakaian tradisional terjadi melalui penyempitan fungsi sosial dan melemahnya pemaknaan budaya di kalangan generasi muda.