Eka Nurminda Dewi Mandalika
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Mataram, Jl. Majapahit no.62, Mataram, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GREEN REVOLUTION: KEBIJAKAN PEMBANGUNAN SEKTOR PERTANIAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT PETANI TANAMAN PANGAN Candra Ayu; Eka Nurminda Dewi Mandalika
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.11430

Abstract

ABSTRACT Indonesia’s agricultural sector faces the challenge of increasing food production without compromising environmental sustainability and farmers’ well-being. The Green Revolution, implemented since the 1960s, succeeded in achieving rice self-sufficiency in 1984, but it also led to environmental degradation and socioeconomic inequality. This study aims to analyze the impacts of the Green Revolution and examine the role of digitalization in advancing sustainable agriculture. The methodology employed is a systematic literature review of journal articles, books, and policy documents from the 2020–2025 period. The results indicate that the success of the Green Revolution was “pseudo-economic” because increased production relied heavily on chemical inputs that caused environmental damage and made farmers dependent on capital. In contrast, sustainable agriculture is more efficient in resource use and can improve farmers’ well-being. The implementation of IoT- and AI-based smart farming has also proven capable of optimizing input use with precision, making it more environmentally friendly. This study concludes that the inclusive integration of digital technology is key to sustainable agricultural development. Therefore, the government needs to expand digital literacy and direct subsidies toward precision agriculture technologies to support equitable food security. ABSTRAK Sektor pertanian Indonesia menghadapi tantangan dalam meningkatkan produksi pangan tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan petani. Revolusi Hijau yang diterapkan sejak 1960-an berhasil mencapai swasembada beras pada 1984, tetapi juga menimbulkan degradasi lingkungan dan ketimpangan sosial-ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak Revolusi Hijau serta mengkaji adaptasi digitalisasi menuju pertanian berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah systematic literature review terhadap artikel jurnal, buku, dan dokumen kebijakan periode 2020–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan Revolusi Hijau bersifat “ekonomi semu” karena peningkatan produksi sangat bergantung pada input kimia yang memicu kerusakan lingkungan dan ketergantungan petani terhadap modal. Sebaliknya, pertanian berkelanjutan lebih efisien dalam penggunaan sumber daya dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Penerapan smart farming berbasis IoT dan AI juga terbukti mampu mengoptimalkan penggunaan input secara presisi sehingga lebih ramah lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi digital yang inklusif menjadi kunci pembangunan pertanian berkelanjutan. Oleh karena itu, pemerintah perlu memperluas literasi digital dan mengarahkan subsidi menuju teknologi pertanian presisi guna mendukung ketahanan pangan yang berkeadilan.