Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemaknaan Kontekstual Syukur Dan Relevansinya Bagi Pembentukan Karakter Generasi Alpha : (Studi Kontekstual QS. Luqman Ayat 12) Arlis Karlina; Komarudin Sassi
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 6 No. 1: Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v6i1.7710

Abstract

Generation Alpha, born since 2010, grows up in a rapidly evolving digital environment, requiring a character education approach that aligns with contemporary challenges. This study aims to explore the meaning of gratitude (shukr) in Surah Luqman verse 12 through a thematic (maudhu’i) and contextual interpretation, drawing on the insights of M. Quraish Shihab in Tafsir al-Mishbah. The findings reveal that gratitude is not limited to verbal acknowledgment, but represents active awareness in utilizing blessings responsibly for social good. The values of gratitude include awareness of blessings, recognition of Allah as their source, and constructive application of those blessings. These values significantly contribute to the development of spiritual and social character in Generation Alpha. Theoretically, this study enriches the contextual interpretation of the Qur’an, and practically, it provides a foundation for developing Islamic character education models that are adaptive, integrative, and relevant to the digital era
Revitalisasi Akhlak Anak: Membangun Eksistensi Diri yang Sehat Mental di Tengah Toksisitas Digital Masnila; Arlis Karlina; Dwi Noviani
FingeR: Journal of Elementary School Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi: Desember
Publisher : Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/p665av50

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam pola interaksi sosial dan pembentukan identitas diri manusia modern. Di satu sisi, dunia digital memberikan ruang ekspresi dan kreativitas tanpa batas, namun di sisi lain menghadirkan tantangan serius berupa degradasi moral, krisis identitas, dan gangguan kesehatan mental akibat paparan toksisitas digital seperti ujaran kebencian, perundungan daring, serta budaya hedonisme virtual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi revitalisasi akhlak sebagai upaya membangun eksistensi diri yang sehat secara mental di tengah arus digitalisasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif melalui kajian literatur terhadap sumber-sumber klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa akhlak berperan sebagai fondasi spiritual dan etis dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan digital dan tanggung jawab moral. Revitalisasi akhlak, khususnya nilai-nilai seperti kejujuran, empati, dan kontrol diri, menjadi instrumen penting dalam membentuk karakter digital yang beretika. Dengan demikian, penguatan pendidikan akhlak berbasis nilai-nilai Islam di era digital merupakan langkah strategis untuk membangun eksistensi diri yang bermartabat dan memiliki kesehatan mental yang stabil di tengah fenomena toksisitas digital.