Husna Leila Yusran
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Cultural & Heritage Dan Religious Belief Terhadap Behavioural Intention Melalui Brand Image: Studi Pada Vihara Dharma Bhakti Sylvia Sylvia; Yolanda Masnita; Husna Leila Yusran
YUME : Journal of Management Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yume.v9i2.11712

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penentu Behavioural Intention pengunjung Vihara Dharma Bhakti, Jakarta. Secara spesifik, studi ini menguji pengaruh Religious Belief, Service Quality, Cultural Heritage, dan Socialization terhadap niat berkunjung kembali, dengan Brand Image sebagai variabel mediasi. Pergeseran tren pariwisata dari massal ke spiritual dan warisan budaya menuntut pemahaman mendalam tentang perilaku pengunjung situs sakral. Vihara Dharma Bhakti menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan fungsinya sebagai tempat ibadah aktif sekaligus destinasi wisata sejarah di tengah modernisasi. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan mengintegrasikan dimensi religiusitas dan otentisitas warisan budaya ke dalam model perilaku pengunjung dalam konteks spesifik kelenteng tertua di Jakarta, menantang dominasi teori kualitas layanan konvensional. Survei kuantitatif dilakukan terhadap 143 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan perangkat lunak AMOS. Hasil menunjukkan bahwa Cultural Heritage berpengaruh signifikan terhadap Brand Image, yang kemudian memediasi pengaruhnya terhadap Behavioural Intention. Religious Belief terbukti menjadi pendorong intrinsik yang kuat. Namun, Service Quality dan Socialization tidak berpengaruh signifikan. Pendorong utama loyalitas pengunjung situs warisan religi adalah kekuatan nilai sejarah dan spiritualitas, bukan layanan fisik. Implikasinya, pengelola harus fokus pada pelestarian otentisitas dan narasi sejarah.Kata Kunci:Behavioural Intention, Brand Image, Cultural & Heritage, Religious Belief, Wisata Religi.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN TRANSJAKARTA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SERVQUAL Nurkis Dianti; Husna Leila Yusran; Alvina Hasanah Rachmadanty; Danang Islami; Rapilau
Jurnal Manajemen Bisnis Eka Prasetya Vol 12 No 1 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : LPPM STIE EKA PRASETYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47663/jmbep.v12i1.838

Abstract

Abstract. The purpose of the study is to observe and discuss the quality of the services of Transjakarta public transportation according to the Service Quality (SERVQUAL) method. The study uses a quantitative methodology that is descriptive and a total of 136 respondents who are frequent Transjakarta users take part in this study. The data source will be represented by primary data obtained using an online questionnaire, which will be evaluated with the help of a Likert scale to measure the two aspects in this study, Expectations (E) and Perceptions (P), on the five dimensions of SERVQUAL: Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, and Empathy. It is an analysis technique of a gap analysis approach, which has been tested on IBM SPSS statistics. The findings reveal that the five service quality dimensions have a negative value and the mean difference between them is -0.295. This means that the quality of services provided by Transjakarta is yet to reach the optimal level as desired by passengers. In the meantime, the primary dimension that should be stressed in this study is Reliability that demonstrates the least value of -0.331. This observation is due to the perception that passengers have irregular arrival times and time in transit by the buses. Conversely, the Responsiveness and Empathy dimensions record somewhat more positive scores compared to the rest of the dimensions, which means that the performance and politeness of the Transjakarta staff are viewed as good. The overall findings in this research lead to the conclusion that the quality of the services provided is satisfactory but there are still some areas where it needs to be improved, especially the organization of the operational schedule.
Analisis Kualitas Pelayanan Bank BCA Di Jakarta Menggunakan Metode Servqual Terhadap Kepuasan Nasabah Cindy Frasiska Anshori; Husna Leila Yusran; Alvina Hasanah Rachmadanty; Rasya Chairunnisa; Ulfah Nurzakiyyah
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 6: September 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i6.19565

Abstract

Dilakukannya penelitian ini yaitu untuk menguji apakah ketika menguji metode lima dimensi SERVQUAL yang terdiri dari tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy Bank BCA di Jakarta akan ada pengaruh terhadap kepuasan pelanggan. Cara pendekatan yang dilakukan yaitu dengan metode kuantitatif melalui survey terhadap 100 nasabah yang menggunakan Bank BCA berdomisili di Jakarta, karena secara tidak langsung mereka pernah menggunakan layanan Bank BCA secara langsung. Dan survey ini dilakukan dengan menyebar kuisioner skala Likert. Mengenai hasilnya menjelaskan bahwa seluruh item pada variable SERVQUAL dan kepuasan nasabah valid dan reliabeel, dan datanya memenuhi asumsi normalitas sehingga layak dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Temuan mengenai regresi ini menggambarkan bahwa kepuasan pelanggan secara meneyeluruh memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan nasabah. Sehingga, jika semakin tinggi penilaian nasabah terhadap kelima dimensi SERVQUAL, maka Tingkat kepuasan yang dirasakan oleh nasabah juga semakin meningkat. Oleh karena itu, hal ini ditegaskan mengenai pentingnya dalam meningkatkan kualitas layanan, baik di kantor cabang maupun pada layanan digitalnya, dan ini dapat dijadikan sebagai strategi untuk memperkuat kepuasan dan loyalitas nasabah.