Muhammad Umar Khadafi
Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti Wonogiri

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dai Multi-Competence: Implementation of Da'wah Bil-Hal For Preaching Activities in Rural Society Environments Muhammad Umar Khadafi
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 16 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v16i2.20760

Abstract

At this time, there are more and more challenges in da'wah activities. Da'wah is not enough through the pulpit and media sharing. People in rural and remote areas still have problems, including education and economic issues. Direct and intensive guidance from a da'i is very much needed by the community. This study aims to produce an applicable approach for da'wah activities in rural and remote communities in Indonesia. The research data was obtained through interviews and direct observation in the field. A descriptive qualitative research approach was used, with Miles and Huberman's analysis method. This research produced the concept of a multi-competent da'i, whose competencies include the following. First, religious competence, including the Quran, hadith and Islamic studies as the scientific basis that must be possessed. Second, social competencies include cupping therapy, ruqyah, and self-defence. Third, economic empowerment competencies include agriculture and animal husbandry. These findings imply that the activities of da'i must directly touch the community with various activities that must be mastered, not merely delivering religious messages to the community. More than that, a da'i must have complex competencies, especially since the target of these da'wah activities is the community in rural and remote areas or segments of society that are isolated from technology. This paper has limited scope, so further research is needed to provide more interesting and relevant studies related to da'wah bil-hal for rural communities in Indonesia.
Membangun Etika Komunikasi Politik di Indonesia Perspektif Al Qur’an Surah An-Nisa Ayat 58-59 Erliana Harmenengsi; Muhammad Umar Khadafi
Jurnal Al Nahyan Vol. 2 No. 2 (2025): Al-Nahyan : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islan STAIMAS Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena korupsi yang marak terjadi di Indonesia, termasuk di  kalangan pejabat beragama Islam, menimbulkan keprihatinan mendalam terhadap moralitas dan tanggung jawab pemimpin dalam memegang amanah. Dalam sistem demokrasi, komunikasi politik memegang peran penting bagi pemimpin untuk membangun hubungan positif dengan masyarakat, terutama menjelang Pemilu. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji bagaimana Al-Qur’an mengambarkan dan mengarahkan pemimpin politik dalam menjalanakan asas dan prinsip komunikasi seorang pemimpin politik berdasarkan perspektif alquran surah An-Nisa ayat 58-59. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif, yaitu menggambarkan atau memaparkan secara sistematis tentang kondisi dan situasi ataupun fenomena tertentu. Menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) dengan memanfaatkan sumber pustaka untuk mengkaji dan membedah berbagai sumber terkait dengan judul penelitian. Hasil temuan dari penelitian ini yakni menunjukan bahwa komunikasi politik dapat diwujudkan melalui penerapan qaulan ma’rufan yang mencakup tutur kata baik, jujur, lembut, efektif dan mudah dipahami. Kajian surah An-Nisa ayat 58-59 mengidentifikasi lima asas berpolitik menurut Islam, yakni amanah, keadilan, ketaatan, musyawarah, dan persamaan. Penerapan prinsip ini mendorong terciptanya komunikasi politik yang etis, mencegah penyebaran berita bohong, serta memperkuat hubungan harmonis antara pemimpin dan masyarakat. Kajian ini menegaskan bahwa penerapan prinsip dan asas komunikasi politik Islami dapat memperkuat harmoni sosial dan stabilitas politik Indonesia