Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI DEEP LEARNING DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN MASA DEPAN Putri Maharani; Lailatul Afifah; Rianti Sara Nabilla; Siska Ayu Wandika; Merlin Alissya
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11155

Abstract

ABSTRACT The transformation of education in the digital era requires learning processes that extend beyond the mere acquisition of information and emphasize learners’ ability to construct understanding, interpret experiences, and respond critically to various real-world challenges. Within this context, deep learning is regarded as an approach capable of enhancing the quality of learning experiences through active student engagement, meaningful learning, and the connection between knowledge and authentic life situations. This article examines the implementation of deep learning in future-oriented instructional planning while identifying its benefits and implementation challenges. The study employed a library research method with a qualitative descriptive approach, analyzing 30 key references selected from 65 scholarly sources through stages of identification, selection, classification, and content analysis. The synthesis of the literature indicates that the implementation of deep learning contributes to the development of critical thinking, creativity, communication, collaboration, and increased student engagement in the learning process. The most frequently applied strategies include Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PjBL), collaborative learning, and the integration of digital technology. The findings reveal that the success of deep learning does not depend on a single component; rather, it emerges from the interconnectedness of teacher competence, technological support, curriculum flexibility, and instructional design quality. Instructional planning serves as an integrative framework that brings these elements together, enabling deep learning to function as a strategic foundation for developing education that is more adaptive, contextual, and responsive to future learning needs. ABSTRAK Perubahan lanskap pendidikan pada era digital menuntut pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penguasaan informasi, tetapi juga pada kemampuan peserta didik membangun pemahaman, menafsirkan pengalaman, dan merespons persoalan secara kritis dalam berbagai konteks. Dalam situasi tersebut, deep learning dipandang sebagai pendekatan yang mampu memperkuat kualitas pengalaman belajar melalui keterlibatan aktif peserta didik, pembelajaran yang bermakna, serta keterhubungan antara pengetahuan dan kehidupan nyata. Artikel ini mengkaji implementasi deep learning dalam perencanaan pembelajaran masa depan sekaligus mengidentifikasi manfaat dan tantangan penerapannya. Kajian dilakukan menggunakan metode library research dengan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap 30 rujukan utama yang diseleksi dari 65 sumber ilmiah melalui proses identifikasi, seleksi, klasifikasi, dan analisis isi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa implementasi deep learning berkontribusi terhadap penguatan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta peningkatan keterlibatan peserta didik dalam proses belajar. Strategi yang paling banyak digunakan meliputi Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PjBL), pembelajaran kolaboratif, dan integrasi teknologi digital. Temuan kajian menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran mendalam tidak bertumpu pada satu komponen tertentu, melainkan pada keterhubungan antara kompetensi guru, dukungan teknologi, fleksibilitas kurikulum, dan kualitas desain pembelajaran. Perencanaan pembelajaran berperan sebagai titik integrasi yang menyatukan berbagai elemen tersebut sehingga deep learning dapat menjadi landasan strategis bagi pengembangan pendidikan yang lebih adaptif, kontekstual, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.
PENERAPAN MEDIA INTERAKTIF DAN ICE BREAKING DALAM MENGOPTIMALKAN KONSENTRASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA DI SD NEGERI 63 PALEMBANG Zevira Agriyanti; Dhiya Fildzah Khoirunnisa; Pingkan Rahma Dona; Dessy Ananda Putri; Muhammad Alfarizi Rira Putra; Putri Maharani; Della Fitria; Rogi Naufal Najib
Eskul : Jurnal Pengajaran dan Pengembangan Sekola Vol. 2 No. 2 (2026): ESKUL: Jurnal Pengajaran Dan Pengembangan Sekolah
Publisher : Yayasan Al Husna Putri Jannah Okus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65836/24eeea62

Abstract

Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di SD Negeri 63 Palembang berfokus pada penerapan media interaktif dan ice breaking dalam mengoptimalkan konsentrasi belajar dan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan praktik mengajar langsung di kelas. Media interaktif digunakan untuk membantu siswa memahami materi pembelajaran secara lebih menarik dan mudah dipahami, sedangkan ice breaking diterapkan sebelum pembelajaran dimulai untuk meningkatkan fokus, semangat, dan kesiapan belajar siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan media interaktif dan ice breaking mampu meningkatkan konsentrasi, keaktifan, antusiasme, serta hasil belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam mengelola kelas yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Oleh karena itu, media interaktif dan ice breaking dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan konsentrasi belajar dan hasil belajar siswa di sekolah dasar.
PENGGUNAAN VIDEO PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS DI SDN 63 PALEMBANG Devika Septiani; Anisah; Ocha Anggraini; Putri Maharani; Helita Septaria; Mania Emilia
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Video-based learning media can present Science and Social Studies (IPAS) content in a more concrete, engaging, and accessible manner for elementary school students. Appropriate instructional media are important because students may experience difficulties in understanding learning materials when instruction relies primarily on verbal explanations. This study aimed to examine the improvement in the understanding of Grade III students at SD Negeri 63 Palembang following the use of learning videos in IPAS instruction. A quantitative approach with a One-Group Pretest-Posttest design was employed. The population consisted of 21 Grade III students in one class, with total sampling used. Data were collected through comprehension tests administered as pretest and posttest, along with a student response questionnaire. Students first completed the pretest, received IPAS instruction using learning videos, and subsequently completed the posttest and questionnaire. The results showed that the mean comprehension score increased from 53.81 on the pretest to 77.05 on the posttest, representing an increase of 23.24 points or 43.19%. The paired-sample t-test yielded t = 6.806 with p = 0.000001 (p < 0.05), indicating a statistically significant difference between the pretest and posttest scores. The mean N-Gain score was 0.462, categorized as moderate. Students’ responses to the learning videos reached 80.79%, indicating a positive response. Thus, the use of learning videos was accompanied by an improvement in students’ understanding of IPAS and positive responses toward the instructional media. However, the absence of a comparison group limits causal interpretation of the findings. ABSTRAK Media video dapat membantu menyajikan materi IPAS secara lebih konkret, menarik, dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Penggunaan media yang sesuai menjadi penting karena pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran masih dapat mengalami kendala apabila pembelajaran didominasi penyampaian materi secara verbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa Kelas III SD Negeri 63 Palembang pada mata pelajaran IPAS setelah menggunakan video pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswa Kelas III pada satu rombongan belajar yang berjumlah 21 siswa, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman berupa pretest dan posttest serta angket respons siswa. Prosedur penelitian dilakukan dengan memberikan pretest untuk mengukur pemahaman awal siswa, dilanjutkan pembelajaran menggunakan video, kemudian diberikan posttest untuk mengukur perubahan pemahaman dan angket untuk mengetahui respons siswa terhadap penggunaan video pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pemahaman siswa meningkat dari 53,81 pada pretest menjadi 77,05 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 23,24 poin atau 43,19%. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai t = 6,806 dengan p = 0,000001 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,462 berada pada kategori sedang. Respons siswa terhadap penggunaan video pembelajaran memperoleh persentase 80,79% dengan kategori positif. Dengan demikian, penggunaan video pembelajaran diikuti oleh peningkatan pemahaman siswa dalam pembelajaran IPAS, disertai respons positif siswa terhadap penggunaan media tersebut.