Prevalensi penyakit Periodontal telah mencapai 60% pada masyarakat di Indonesia dan menduduki peringkat kedua setelah Karies. Salah satu bakteri yang berperan dalam penyakit periodontal adalah Porphyromonas gingivalis. Salah satu tanaman yang memiliki sifat antimikroba adalah jeruk nipis. Jeruk nipis (Citrus aurantifolia (Chrism.) Swingle) selama ini diketahui memiliki beberapa efek farmakologis, di antaranya antipiretik, antiinflamasi dan antibakteri. Salah satu tanaman yang juga bisa digunakan sebagai obat alami adalah sereh, Sereh (Cymbopogon citratus) merupakan salah satu tanaman yang umumnya tumbuh di daerah iklim tropis dan biasa dimanfaatkan sebagai bumbu masakan atau sebagai obat herbal. Tujuan dari penelitian ini adalan untuk melihat perbedaan daya antibakteri esktrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia (Chrism.) Swingle) dan esktrak sereh (Cymbopogon citratus) terhadap pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis. Desain penelitian ini adalah Systematic Literature Review, artikel dikumpulkan dengan menggunakan mesin pencariaan seperti Google dan Google Scholar. Kriteria skripsi yang digunakan adalah diterbitkan tahun 2014-2017. Berdasarkan artikel yang dikumpulkan didapatkan sampel pada penelitian adalah sebagian literature dengan keywords : kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia (Chrism.) Swingle), porphyromonas gingivalis dan ekstrak sereh (cymbopogon citratus).Hasil data dianalisis menggunakan metode narasi dan teori-teori hasil penelusuran literature menunjukkan bahwa esktrak sereh (cymbopogon citratus) lebih baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis. Esktrak sereh (Cymbopogon citratus ) lebih baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis dibandingkan ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia (Chrism.) Swingle).