Eddy Roesdiono
Akademi Kuliner Monas Pasifik Surabaya, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Kepuasan Pelanggan terhadap Pengalaman Kuliner di Restoran MoonTaste Surabaya Eddy Roesdiono; Arvel Luis Sanjaya
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 5 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i5.2833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pelanggan terhadap pengalaman kuliner di Restoran MoonTaste. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan penyebaran kuesioner kepada 30 responden. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik demografis, frekuensi kunjungan, serta penilaian terhadap berbagai indikator pengalaman kuliner yang mencakup kualitas makanan, pelayanan, kebersihan, suasana, fasilitas, hingga kepuasan secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 19–33 tahun dengan rata-rata usia 23 tahun dan didominasi laki-laki sebanyak 21 orang. Frekuensi kunjungan sebagian besar berada pada kategori 1–2 kali sebulan. Secara umum, responden menyatakan puas dengan kualitas layanan, khususnya pada aspek rasa makanan yang enak, kebersihan restoran, suasana makan yang menyenangkan, serta pelayanan staf yang ramah dan profesional. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang dinilai belum maksimal, yaitu variasi menu, presentasi makanan, dan fasilitas restoran yang perlu ditingkatkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Restoran MoonTaste telah berhasil menciptakan pengalaman kuliner yang memuaskan, namun tetap perlu melakukan inovasi dan perbaikan pada aspek tertentu untuk meningkatkan loyalitas pelanggan.
Penggunaan Beras Porang Dalam Pembuatan Sushi (Kimbab) Eddy Roesdiono; Qonita Mahiroh
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 12 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i12.2890

Abstract

Permintaan terhadap pangan fungsional yang rendah kalori dan tinggi serat terus meningkat, salah satunya melalui inovasi penggunaan beras porang (Amorphophallus muelleri) sebagai bahan alternatif pengganti beras konvensional dalam pembuatan sushi (kimbab). Permasalahan yang muncul adalah apakah beras porang dapat diterima dari aspek organoleptik, serta bagaimana potensi pasar terhadap produk ini. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) melibatkan lima formulasi beras porang (0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%) dengan tiga kali pengulangan, serta metode survei untuk mengukur minat konsumen. Uji organoleptik dilakukan oleh 41 panelis semi-terlatih menggunakan skala hedonik 1-9, dan data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf signifikansi 5%. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa beras porang memiliki tekstur lebih lembut dan daya rekat yang lebih rendah dibandingkan beras sushi biasa, namun rasa dan aroma tidak berbeda signifikan (p>0,05). Analisis nutrisi menunjukkan beras porang lebih rendah kalori dan lebih tinggi serat. Sebanyak 70% responden tertarik mencoba produk ini, terutama mereka yang menjalani diet. Kesimpulan menunjukkan bahwa beras porang memiliki potensi sebagai bahan pengganti beras dalam kimbab, dengan catatan perlu modifikasi tekstur dan strategi pemasaran. Rekomendasi meliputi perbaikan formulasi untuk daya rekat dan edukasi pasar tentang manfaat beras porang.
Contemporary Culinary Innovation (Rawon Using Shellfish Ingredients) Eddy Roesdiono; Izza Addin Perdana Putra
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i1.2964

Abstract

This study aims to analyze the use of mussels as a basic ingredient in rawon culinary innovation and its impact on taste and consumer appeal. The research method used is a quantitative approach with data collection through a structured questionnaire. The results showed that the majority of respondents considered mussel-based rawon as a unique innovation and provided a new culinary experience. However, there are several obstacles that affect the level of consumer acceptance, such as the taste that does not match expectations, the texture of mussels is different from beef, and the price is considered more expensive. The main challenge in developing mussel rawon is the adaptation of people's tastes who are accustomed to meat-based rawon and the perception of the texture of mussels. However, the opportunity to develop mussel rawon is quite large, especially as an alternative to healthier and more environmentally friendly food. To increase its appeal, further research is needed to explore processing techniques that can improve the taste and texture of mussels, as well as a broader market analysis to understand consumer preferences in depth. In addition, economic studies related to the supply chain and production cost efficiency are also important factors in the development of this innovation.