Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Laju Sedimentasi Sungai Benenain dan Pengaruhnya Terhadap Kondisi Banjir pada Ruas Hilir Sungai Benenain Provinsi Nusa Tenggara Timur Marianus Andre Neka; Ana Nurganah Chaidar
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 5 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i5.3486

Abstract

Sungai Benenain merupakan salah satu sungai utama di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki potensi sedimentasi tinggi akibat kondisi topografi daerah aliran sungai yang bervariasi antara wilayah hulu dan hilir. Proses sedimentasi pada ruas hilir menyebabkan pendangkalan dasar sungai, perubahan morfologi alur, serta penurunan kapasitas tampung sungai yang berdampak terhadap peningkatan potensi banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju angkutan sedimen, perubahan morfologi sungai, serta pengaruhnya terhadap kondisi banjir pada ruas hilir Sungai Benenain selama periode 2019–2023. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui analisis hidraulik, analisis angkutan sedimen, serta pemodelan hidrodinamika satu dimensi dan dua dimensi menggunakan perangkat lunak HEC-RAS. Data penelitian meliputi data debit, tinggi muka air, sedimen dasar, sedimen layang, dan Digital Elevation Model (DEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan debit aliran menyebabkan tegangan geser dasar melampaui tegangan geser kritis sehingga meningkatkan laju transport sedimen. Distribusi kecepatan dan shear stress pada tikungan sungai tidak merata, yang menyebabkan erosi pada sisi luar tikungan dan deposisi pada sisi dalam tikungan. Perubahan morfologi sungai berupa agradasi dan degradasi dasar sungai mengakibatkan penurunan kapasitas aliran pada ruas hilir sehingga meningkatkan risiko banjir. Penanganan berupa kombinasi bangunan krib dan riprap dinilai efektif dalam mengurangi erosi dan meningkatkan kestabilan morfologi sungai.