Dhandi Ramadhani
Department of Industrial Technology, Ship Construction Engineering Technology, Vocational School, Diponegoro University, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Waste Heat Recovery Pada Kapal Kontainer Sebagai Upaya Peningkatan Energy Ef ficiency Existing Ships Index (EEXI) Dhandi Ramadhani; Ahmad Fauzan Zakki; Zulfaidah Ariany
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 14, No 2 (2026): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena pemanasan global akibat emisi gas rumah kaca telah memicu regulasi ketat di industri maritim, salah satunya melalui mandat Energy Ef iciency Existing Ship Index (EEXI) oleh International Maritime Organization(IMO). Penelitian ini mengkaji performa sistem Waste Heat Recovery (WHR) pada kapal peti kemas MVEver Obeysebagai strategi teknis dalam mengoptimalkan indeks efisiensi energi. Melalui pendekatan metodologis yangmenggabungkan studi literatur dengan analisis data operasional primer dan sekunder, dilakukan kalkulasi terhadappotensi konversi energi panas menjadi daya listrik berdasarkan profil operasional kapal. Analisis perbandingannilai EEXI dilakukan untuk mengevaluasi dampak sistem sebelum dan sesudah integrasi teknologi.Temuanriset menunjukkan bahwa mekanisme WHR mampu menyuplai output daya harian yang fluktuatif, dengan capaianpuncaksebesar 295,724 kWh pada bulan pertama dan titik terendah 186,472 kWh pada bulan kesepuluh. Pemanfaatanenergi hasil pemulihan panas ini secara efektif mereduksi beban kerja generator diesel melalui substitusi pasokan listrikkapal. Secara substansial, implementasi sistem ini berhasil menurunkan parameter EEXI rata-rata sebesar 6,28%, denganefisiensi reduksi emisi maksimal menyentuh angka 18,26%. Hasil studi ini menegaskan bahwa adopsi teknologi WHRmerupakan solusi kompetitif dalam mempercepat dekarbonisasi dan pengurangan emisi pelayaran serta menjaminkepatuhan armada terhadap standar lingkungan internasional.