Ikhfani Agustin
Universitas Cipasung Tasikmalaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Equity (ROE) terhadap Return Saham: Studi pada Perusahaan IDX30 Tahun 2020–2024 Ikhfani Agustin; Dheri Febiyani Lestari
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - Mei 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i1.1512

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Equity (ROE) terhadap return saham pada perusahaan yang tergabung dalam indeks IDX30 periode 2020–2024. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan penelitian (research gap) berupa perbedaan temuan pada studi-studi sebelumnya terkait hubungan antara DER dan ROE terhadap return saham, khususnya pada perusahaan dengan kapitalisasi besar. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Data yang digunakan merupakan data sekunder berbentuk data panel yang diperoleh dari laporan keuangan dan harga saham. Sampel penelitian terdiri dari 12 perusahaan dengan total 60 observasi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS serta dilakukan uji asumsi klasik untuk memastikan kelayakan model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham, sedangkan Return on Equity (ROE) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham. Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat profitabilitas yang tinggi tidak selalu direspons positif oleh pasar, sehingga mengindikasikan adanya faktor lain di luar kinerja keuangan yang turut memengaruhi return saham. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan Signaling Theory, khususnya dalam menjelaskan respons pasar terhadap informasi keuangan perusahaan. Secara praktis, hasil penelitian ini mengimplikasikan bahwa investor tidak sebaiknya hanya mengandalkan rasio keuangan dalam pengambilan keputusan investasi, tetapi juga perlu mempertimbangkan faktor eksternal seperti kondisi makroekonomi, sentimen pasar, dan kebijakan perusahaan agar keputusan yang diambil lebih komprehensif dan tidak semata-mata bergantung pada indikator keuangan.   This study aims to analyze the effect of Debt to Equity Ratio (DER) and Return on Equity (ROE) on stock returns of companies included in the IDX30 index for the 2020–2024 period. This research is motivated by a research gap reflected in the inconsistent findings of previous studies regarding the relationship between DER and ROE and stock returns, particularly in large-capitalization companies. The study employs a quantitative approach with a causal associative method. The data used are secondary data in the form of panel data obtained from financial statements and stock prices. The sample consists of 12 companies with a total of 60 observations selected using purposive sampling technique. The data analysis technique utilizes multiple linear regression with the assistance of SPSS software, accompanied by classical assumption tests to ensure the validity of the research model. The results indicate that the Debt to Equity Ratio (DER) does not have a significant effect on stock returns, while Return on Equity (ROE) has a negative and significant effect on stock returns. These findings suggest that a high level of profitability is not always positively responded to by the market, indicating that factors beyond financial performance may influence stock returns. This study contributes theoretically to the development of Signaling Theory, particularly in explaining how the market responds to corporate financial information. Practically, the findings imply that investors should not rely solely on financial ratios in making investment decisions but also need to consider external factors such as macroeconomic conditions, market sentiment, and corporate policies to ensure more comprehensive and unbiased investment decisions.