Muhammad Suwignyo Prayogo
Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Konseptual Pembelajaran Energi dan Perubahannya Dalam Kehidupan Sehari-Hari di Sekolah Dasar: Sebuah Structured Literature Review Umil Bariroh; Muhammad Suwignyo Prayogo; Dini Nur Kamaliah; Citra Nur Aini
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i6.1572

Abstract

Pemahaman konsep energi dan perubahannya merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah dasar. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep energi secara utuh dan mengaitkannya dengan fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini menunjukkan perlunya pembelajaran yang mampu menghubungkan konsep ilmiah dengan pengalaman nyata siswa agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep energi dan perubahannya dalam kehidupan sehari-hari pada pembelajaran IPA di sekolah dasar, mengidentifikasi pendekatan pembelajaran yang digunakan, serta menyusun kerangka konseptual pembelajaran energi berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Penelitian menggunakan metode Structured Literature Review (SLR) dengan menelaah artikel-artikel ilmiah yang relevan dari berbagai sumber akademik. Proses kajian dilakukan melalui tahap identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis literatur berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep energi lebih mudah dipahami siswa ketika dikaitkan dengan aktivitas sehari-hari, seperti penggunaan peralatan listrik, gerak tubuh, pemanfaatan cahaya, dan perubahan suhu. Selain itu, pendekatan pembelajaran kontekstual, inkuiri terbimbing, problem solving, serta pemanfaatan media simulasi interaktif terbukti mampu mendukung pemahaman konseptual siswa terhadap energi dan perubahannya. Sintesis literatur juga menunjukkan bahwa integrasi konteks kehidupan sehari-hari dalam pembelajaran berperan penting dalam mengurangi miskonsepsi serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Dengan demikian, pembelajaran energi yang kontekstual dan berpusat pada siswa dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di sekolah dasar.
Peran Problem-Based Learning Dalam Meningkatkan Literasi Sains Siswa Sekolah Dasar: Sebuah Kajian Literatur Siti Nur Fadilatus Zahro; Muhammad Suwignyo Prayogo; Nurul Nafisa Putri Wulandari; Rina Afkarina
DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, Mei 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/dikkesh.v2i2.1605

Abstract

Literasi sains merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki siswa sekolah dasar untuk menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada abad ke-21. Namun, kemampuan literasi sains siswa di Indonesia masih tergolong rendah sehingga diperlukan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Salah satu model yang dinilai efektif adalah Problem-Based Learning (PBL). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran model Problem-Based Learning dalam meningkatkan literasi sains siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode studi literatur (literature review) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah pada Google Scholar, Garuda, dan jurnal nasional terakreditasi menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan Problem-Based Learning, literasi sains, dan sekolah dasar. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, sehingga diperoleh empat artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan memiliki relevansi langsung dengan tujuan penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahap identifikasi, reduksi, pengelompokan, perbandingan, dan sintesis temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan model Problem-Based Learning berkontribusi positif terhadap peningkatan literasi sains siswa sekolah dasar. Model ini mendorong siswa untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, berkolaborasi, serta menghubungkan konsep sains dengan fenomena dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, PBL juga meningkatkan keaktifan belajar dan pemahaman konsep IPA secara lebih mendalam. Dengan demikian, Problem-Based Learning dapat menjadi salah satu alternatif model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan literasi sains siswa sekolah dasar pada pembelajaran IPA.
Peran Problem-Based Learning Dalam Meningkatkan Literasi Sains Siswa Sekolah Dasar: Sebuah Kajian Literatur Siti Nur Fadilatus Zahro; Muhammad Suwignyo Prayogo; Nurul Nafisa Putri Wulandari; Rina Afkarina
DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, Mei 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/dikkesh.v2i2.1605

Abstract

Literasi sains merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki siswa sekolah dasar untuk menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada abad ke-21. Namun, kemampuan literasi sains siswa di Indonesia masih tergolong rendah sehingga diperlukan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Salah satu model yang dinilai efektif adalah Problem-Based Learning (PBL). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran model Problem-Based Learning dalam meningkatkan literasi sains siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode studi literatur (literature review) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah pada Google Scholar, Garuda, dan jurnal nasional terakreditasi menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan Problem-Based Learning, literasi sains, dan sekolah dasar. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, sehingga diperoleh empat artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan memiliki relevansi langsung dengan tujuan penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahap identifikasi, reduksi, pengelompokan, perbandingan, dan sintesis temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan model Problem-Based Learning berkontribusi positif terhadap peningkatan literasi sains siswa sekolah dasar. Model ini mendorong siswa untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, berkolaborasi, serta menghubungkan konsep sains dengan fenomena dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, PBL juga meningkatkan keaktifan belajar dan pemahaman konsep IPA secara lebih mendalam. Dengan demikian, Problem-Based Learning dapat menjadi salah satu alternatif model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan literasi sains siswa sekolah dasar pada pembelajaran IPA.