This research is motivated by the challenges of learning in elementary schools during the concrete operational phase, which requires realistic visualizations, amidst the massive use of digital technology devices. The focus of this research is directed at examining the level of relevance and position of conventional image-based media compared to interactive digital media in the modern elementary education ecosystem. The method applied in this research is a literature review, which involves an in-depth analysis of various trusted academic databases, textbooks, and scientific articles published over the past ten years. The data analysis stage was carried out descriptively and qualitatively through the mechanism of collecting theories, grouping themes, comparing media advantages and disadvantages, and interpreting secondary data. The research findings indicate that image media, both print and digital, such as infographics, play a crucial role in boosting student motivation, curiosity, cognitive abilities, and active participation. Although digital media offers interactive flexibility, conventional image types have proven to remain highly relevant due to their practicality, economy, and independence from technological devices. The main conclusion confirms that the effectiveness of using both media variants is entirely based on the teacher's pedagogical competence in designing adaptive, creative, and contextual visual stimuli to realize meaningful learning. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan pembelajaran di sekolah dasar pada fase operasional konkret yang membutuhkan visualisasi riil, di tengah gempuran pemanfaatan perangkat teknologi digital yang masif. Fokus masalah dalam riset ini diarahkan untuk mengkaji tingkat relevansi serta posisi media berbasis gambar konvensional dibandingkan dengan media digital interaktif dalam ekosistem pendidikan dasar modern. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah studi literatur atau literature review dengan menganalisis secara mendalam berbagai database akademik tepercaya, buku teks, serta artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Tahapan analisis data dijalankan secara deskriptif kualitatif melalui mekanisme pengumpulan teori, pengelompokkan tema, perbandingan kelebihan-kekurangan media, serta interpretasi data sekunder. Temuan riset menunjukkan bahwa media gambar, baik cetak maupun digital seperti infografis, memegang peranan krusial dalam mendongkrak motivasi, karakter rasa ingin tahu, kemampuan kognitif, dan partisipasi aktif peserta didik. Meskipun media digital menawarkan fleksibilitas interaktif, jenis gambar konvensional terbukti tetap sangat relevan karena sifatnya yang praktis, ekonomis, serta bebas dari ketergantungan perangkat teknologi. Simpulan utama menegaskan bahwa efektivitas penggunaan kedua varian media tersebut sepenuhnya bertumpu pada kompetensi pedagogik guru dalam merancang stimulus visual yang adaptif, kreatif, dan kontekstual demi mewujudkan pembelajaran bermakna.