Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Spatial-Statistical Analysis of the Relationship Between Population Density and the Distribution of Active Cooperatives in Jember Regency, Indonesia Muhammad Nurul Huda; Azril Chairil; Rafi Sulthan Rizqullah; Solihan; Shalsabilla Aulia Putri; Denisa Aulia Pratiwi; I Putu Indra Pramana Putra
Jurnal Sains Geografi Vol 4 No 1 (2026): JURNAL SAINS GEOGRAFI
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSG.v4i1.04

Abstract

This study examines the spatial and statistical relationship between population density and the distribution of active cooperatives across 31 sub-districts in Jember Regency, Indonesia. Using secondary data from 2024, the research applies a quantitative approach that integrates spatial mapping with statistical analysis. The Shapiro–Wilk normality test indicates that both population density and the number of active cooperatives are not normally distributed (p < 0.05). Therefore, Spearman Rank correlation analysis is employed, revealing a statistically significant but weak positive relationship (r = 0.391, p = 0.030). Spatial patterns show that urban sub-districts such as Kaliwates and Sumbersari exhibit high concentrations of both population density and cooperative activity. However, several agrarian districts with relatively low population density, including Ambulu and Puger, also demonstrate a high number of active cooperatives. These findings indicate that while population density provides an important market base, the spatial distribution of cooperatives in Jember Regency is also strongly shaped by local economic structures and agrarian production systems rather than demographic factors alone.
Analisis Spasial Persebaran Fasilitas Kesehatan Di Kabupaten Sarmi, Papua Muhammad Nurul Huda; Denisa Aulia Pratiwi; Azril Chairil; Solihan; Sausan Rona Rafidah Pramono; Muhammad Yusuf Hidayatullah
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 11 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v11i1.13157

Abstract

Sebaran fasilitas kesehatan di Kabupaten Sarmi terpusat pada koridor pesisir dari Pantai Barat hingga Bonggo Timur yang mengikuti jalur permukiman serta jaringan transportasi utama. Posisi mean center berada pada wilayah pesisir tengah dan menunjukkan penumpuan pelayanan pada area dengan tingkat konektivitas lebih tinggi, sedangkan wilayah pedalaman seperti Tor Atas dan Apawer Hulu berada pada jarak yang lebih jauh dari pusat pelayanan. Hasil standard distance menunjukkan jangkauan pelayanan yang dominan berorientasi barat–timur. Standard deviational ellipse memperlihatkan arah sebaran yang memanjang sejajar garis pantai. Analisis Average Nearest Neighbor menghasilkan rasio 1,42, z-score 2,80, dan p-value 0,005 yang menunjukkan pola sebaran tersebar (dispersed) ­dan signifikan secara statistik. Pola tersebut mengikuti struktur permukiman linear pada wilayah pesisir. Distribusi fasilitas kesehatan masih lebih terkonsentrasi pada wilayah pesisir dibandingkan wilayah pedalaman.
Analisis Spasial Persebaran Fasilitas Kesehatan Di Kabupaten Sarmi, Papua Muhammad Nurul Huda; Denisa Aulia Pratiwi; Azril Chairil; Solihan; Sausan Rona Rafidah Pramono; Muhammad Yusuf Hidayatullah
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 11 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v11i1.13157

Abstract

Sebaran fasilitas kesehatan di Kabupaten Sarmi terpusat pada koridor pesisir dari Pantai Barat hingga Bonggo Timur yang mengikuti jalur permukiman serta jaringan transportasi utama. Posisi mean center berada pada wilayah pesisir tengah dan menunjukkan penumpuan pelayanan pada area dengan tingkat konektivitas lebih tinggi, sedangkan wilayah pedalaman seperti Tor Atas dan Apawer Hulu berada pada jarak yang lebih jauh dari pusat pelayanan. Hasil standard distance menunjukkan jangkauan pelayanan yang dominan berorientasi barat–timur. Standard deviational ellipse memperlihatkan arah sebaran yang memanjang sejajar garis pantai. Analisis Average Nearest Neighbor menghasilkan rasio 1,42, z-score 2,80, dan p-value 0,005 yang menunjukkan pola sebaran tersebar (dispersed) ­dan signifikan secara statistik. Pola tersebut mengikuti struktur permukiman linear pada wilayah pesisir. Distribusi fasilitas kesehatan masih lebih terkonsentrasi pada wilayah pesisir dibandingkan wilayah pedalaman.