Tantangan yang dihadapi di wilayah masyarakat Banjar antara lain ketimpangan akses layanan kesehatan, kurangnya edukasi kesehatan berbasis budaya, serta perubahan gaya hidup. Di tengah tantangan tersebut, pendekatan partisipatif berbasis kearifan lokal suku Banjar menjadi sangat relevan untuk dikembangkan demi terwujudnya Desa Sehat dan Bahagia. Hasil kajian di wilayah kerja Puskesmas Martapura Timur diketahui rendahnya kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan dan imunisasi, tingginya angka hipertensi, stunting, dan warga yang merokok. Oleh karena itu penting dilakukan pengabdian masyarakat bertujuan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam program kesehatan melalui pendekatan berbasis budaya lokal suku Banjar. Metode pelaksanaan berupa asuhan keperawatan komunitas di Desa Antasan Senor, yang dilaksanakan dari tanggal 5 Agustus sampai 7 September 2024. Kegiatan pengabdian berupa pelaksanaan berbagai program, yakni: 1). Program KOPI DAN SUKUN (Kontrol Hipertensi dengan Seduhan Kunyit), merupakan upaya promotif dan preventif berbasis edukasi dengan memanfaatkan bahan herbal lokal. 2). Program MATA PANCING (Makanan Tambahan Pencegah Stunting), pendekatan edukatif dan demonstratif kepada masyarakat serta kader posyandu. 3). Program MARKISA HAMBAR (Mari Periksa Kesehatan Bersama) untuk meningkatkan kesadaran dan akses pemeriksaan kesehatan bagi kelompok dewasa dan lansia. 4). Program BUAT SENSASI (Buah Hati Sehat dengan Imunisasi), ditujukan bagi ibu yang memiliki bayi/balita, ibu muda, dan calon ibu. 5). Program BERKOKOK (Bersama Kurangi Rokok), ditujukan bagi kelompok laki-laki dewasa di desa.