Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

VALIDASI METODE PENETAPAN KADAR HIDROKUINON DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV PADA MATRIKS LOTION PEMUTIH YANG DIJUAL ONLINE Nafilah Nafilah; Muhammad Haqqi Hidayatullah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i1.971

Abstract

Badan Pengawasan Obat dan Makanan menetapkan hidrokuinon dalam lotion pemutih tidak diperbolehkan dikarenakan efek yang membahayakan tubuh. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kandungan hidrokuinon yang terdapat pada lotion pemutih. Metode pengujian menggunakan metode secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil uji kualitatif dengan FeCl3 1% dan kromatografi lapis tipis menunjukkan 5 sampel tanpa izin edar positif mengandung hidrokuinon. Pengujian secara kuantitatif dilakukan menggunakan metode spektrofotometri UV dengan panjang gelombang 294 nm dengan nilai y=0,0523x + 0,0189 dan nilai r2 = 0,9974. Hasil yang didapatkan pada validasi metode yaitu didapatkan persamaan regresi linearitas nilai r2 sebesar 0,9996, LoD 0,143 ppm dan LoQ 0,476 ppm, presisi dengan nilai RSD 0,892%, nilai perolehan kembali yaitu 99,426; 99,809; dan 99,001%. Berdasarkan hasil pengukuran kadar hidrokuinon terdapat 5 sampel uji tanpa izin edar yang mengandung hidrokuinon dengan kadar 5,062-9,554 ppm.
IDENTIFIKASI HIDROKUINON DAN ASAM RETINOAT DALAM LOTION PEMUTIH MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Muhammad Haqqi Hidayatullah; Khalisa Dhiya Amani
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i2.1005

Abstract

Hidrokuinon dan asam retinoat sering disalahgunakan dalam kosmetik pemutih meskipun penggunaannya dilarang karena dapat menyebabkan iritasi kulit, leukoderma kontak, serta efek teratogenik dan karsinogenik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hidrokuinon dan asam retinoat pada lotion pemutih tanpa izin edar menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Lima sampel lotion dianalisis menggunakan fase gerak kloroform:metanol (9:1) dan n-heksana:aseton (6:4). Metode divalidasi melalui uji spesifisitas, batas deteksi (LOD), kestabilan sistem, dan robustness. Hasil validasi menunjukkan nilai %RSD < 5%, yang menandakan kestabilan sistem yang baik. Metode juga menunjukkan spesifisitas yang memadai, sensitif terhadap perubahan komposisi fase gerak, serta tetap stabil terhadap variasi waktu penjenuhan. Setelah tervalidasi, metode diterapkan pada sampel dan menunjukkan bahwa sampel 2 mengandung asam retinoat, sampel 3 dan 4 mengandung hidrokuinon, sedangkan sampel 5 mengandung kedua senyawa berdasarkan nilai Rf dan konfirmasi KLT dua dimensi. Metode KLT terbukti efektif dan andal untuk identifikasi kualitatif hidrokuinon dan asam retinoat dalam kosmetik, serta menegaskan pentingnya pengawasan terhadap peredaran kosmetik ilegal yang mengandung bahan berbahaya.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DAN ETIL ASETAT DAUN KERSEN TERHADAP Pseudomonas aureuginosa DAN Staphylococcus aureus Putri Salma Azizah; Muhammad Haqqi Hidayatullah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i1.781

Abstract

Infeksi merupakan salah satu permasalahan kesehatan di masyarakat yang masih belum bisa diatasi dengan tuntas. Infeksi dapat disebabkan oleh beberapa bakteri salah satunya yaitu Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbandingan efektivitas ekstrak etanol 70% dan etil asetat daun kersen (Muntingia calabura L) dalam menghambat aktivitas bakteri dan juga untuk mengetahui kandungan golongan senyawa dalam ekstrak etanol dan etil asetat daun kersen (Muntingia calabura L) yang memiliki sifat sebagai antibakteri. Ekstrak didapatkan dari hasil maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70% etil asetat. Metode yang digunakan untuk mengetahui aktivitas antibakteri yaitu menggunakan metode sumuran (well diffusion) dengan menggunakan konsentrasi 80%, 40%, dan 20%, disk antibiotik ciprofloxacin sebagai kontrol positif dan DMSO sebagai kontrol negatif. Hasil uji aktivitas dianalisis dengan menggunakan uji One way anova kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun kersen (Muntingia calabura L) memiliki aktivitas antibakteri yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak etil asetat terhadap bakteri Staphylococcus aureus dibandingkan dengan bakteri Pseudomonas aeruginosa. Hasil uji fitokimia ekstrak etanol 70% dan etil asetat daun kersen positif mengandung senyawa kimia flavonoid, tannin, triterpenoid, polifenol, dan saponin.