Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FORMULASI SEDIAAN NANOEMULGEL EKSTRAK ETANOL DAUN BIDARA (Ziziphus mauritiana L.) SEBAGAI ANTI JERAWAT TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes DAN Staphylococcus aureus Adinda Dwi Anggraini; Erindyah Retno Wikantyasning; Juwita Rahmawati
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i1.978

Abstract

Daun bidara (Ziziphus mauritiana   L.) mengandung flavonoid, alkaloid, fenolik, tanin, dan saponin yang bersifat antibakteri dan dapat diformulasikan sebagai gel untuk mengatasi jerawat. Penelitian ini bertujuan menentukan formula nanoemulgel ekstrak etanol daun bidara yang optimal dan aktif antibakteri dengan optimasi surfaktan-kosurfaktan menggunakan Design Expert v13 (Simplex Lattice Design). Pengujian antibakteri terhadap Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus dilakukan dengan metode sumuran. Formula optimal nanoemulsi yang dikembangkan menjadi nanoemulgel menggunakan Tween 80 53,473% dan PEG 400 26,527% dengan desirability 0,867. Nanoemulgel menunjukkan zona hambat terhadap P. acnes  16,8 ± 1,2 mm (kuat) dan S. aureus 23,5 ± 2,6 mm (sangat kuat).
OPTIMASI FORMULASI SEDIAAN NANOEMULGEL MINYAK NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L.) SEBAGAI ANTI JERAWAT DENGAN UJI ANTIBAKTERI SECARA IN VITRO Fhadilla Aulya; Erindyah Retno Wikantyasning; Juwita Rahmawati
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i1.783

Abstract

Minyak nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes berkat kandungan flavonoid, saponin, steroid, dan triterpenoid. Karena minyak ini lipofilik dan kurang stabil, dibuat nanoemulsi untuk meningkatkan stabilitas dan efektivitas. Penelitian ini memvariasikan Tween 80 sebagai surfaktan dan PEG 400 sebagai kosurfaktan, serta mengoptimasi formula nanoemulsi menggunakan Simplex Lattice Design (SLD) dengan software Design Expert versi 13. Tujuh formulasi diuji berdasarkan transmitansi, waktu terbentuk emulsi, dan pH. Formula optimum mengandung 50% Tween 80 dan 30% PEG 400 dengan desirability 0,910. Formula ini diformulasikan menjadi nanoemulgel dan dievaluasi organoleptik, homogenitas, viskositas, pH, daya sebar, daya lekat, serta stabilitas fisik melalui tiga siklus freeze-thaw. Nanoemulgel berbentuk semi padat, hijau bening, bau khas minyak nyamplung, tekstur lembut, dan homogen. Semua parameter sesuai karakteristik sediaan topikal. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan nanoemulgel efektif menghambat Propionibacterium acnes meski dalam kategori irradikal.