This Author published in this journals
All Journal EDUKASI
Izzudin
Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

A Spiritual-Cognitive Framework for Islamic Religious Education through the Integration of Al-Ghazali’s Concepts of Kasbi and Laduni Knowledge Ateng Ruhendi; Afnie Rizky Nurkamaliyah; Nirwati; Nenden Ahadiah Halimah; Izzudin; Reza Fauzi Nazar
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 24 No. 1 (2026): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v24i1.2429

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) at the senior high school level still tends to emphasize cognitive-normative mastery, while spirituality, adab, moral reflection, character formation, and social sensitivity remain insufficiently integrated. Previous studies on Al-Ghazali’s epistemology have mainly focused on philosophical and mystical aspects, with limited attention to its pedagogical application in contemporary Islamic education. This article aims to reconstruct Al-Ghazali’s concepts of kasbi and laduni knowledge into a spiritual-cognitive educational model to strengthen PAI learning at SMA Peacesantren Welas Asih Garut. The study employs a qualitative conceptual approach through library research and educational reconstruction methods. Data were analyzed using conceptual synthesis and pedagogical interpretation. The findings show that the integration of kasbi and laduni knowledge can be formulated into a spiritual-cognitive educational model consisting of seven components: learning objectives, learning materials, learning strategies, spiritual habituation, teacher roles, learning outcome indicators, and evaluation. The model integrates cognitive, affective, spiritual, and practical dimensions in PAI learning. The study contributes to contemporary Islamic education by operationalizing Al-Ghazali’s epistemology into a practical framework relevant to pesantren-based secondary education.  AbstrakPendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat sekolah menengah atas masih didominasi oleh penguasaan kognitif-normatif, sementara aspek spiritualitas, adab, refleksi moral, pembentukan karakter, dan sensitivitas sosial belum terintegrasi secara optimal. Kajian tentang epistemologi Al-Ghazali selama ini lebih banyak menyoroti dimensi filosofis dan mistis, dengan perhatian yang masih terbatas pada penerapan pedagogisnya dalam pendidikan Islam kontemporer. Artikel ini bertujuan merekonstruksi konsep ilmu kasbi dan laduni Al-Ghazali menjadi model pendidikan spiritual-kognitif untuk memperkuat pembelajaran PAI di SMA Peacesantren Welas Asih Garut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif konseptual melalui studi kepustakaan dan metode rekonstruksi pendidikan. Data dianalisis melalui sintesis konseptual dan interpretasi pedagogis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ilmu kasbi dan laduni dapat dirumuskan ke dalam model pendidikan spiritual-kognitif yang mencakup tujuh komponen: tujuan pembelajaran, materi, strategi pembelajaran, pembiasaan spiritual, peran guru, indikator hasil belajar, dan evaluasi. Model ini mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, spiritual, dan praksis dalam pembelajaran PAI. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pendidikan Islam kontemporer dengan mengoperasionalkan epistemologi Al-Ghazali ke dalam kerangka praktis yang relevan bagi pendidikan menengah berbasis pesantren.