Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Online Learning Interaction in Early Childhood Education: Assessing Potential and Addressing Challenges Lisa Diyah Ma'rifataini; Nur Choiro Siregar; Dewi Anggrayni; Wahyu Sada Saputra
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 24 No. 1 (2026): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v24i1.2463

Abstract

Early childhood learning relies on hands-on, game-based interaction. However, as time develops, technological adaptation is demanded. Online learning for Early Childhood Education (PAUD) students has not been widely carried out. This study aims to uncover the challenges and explore the potential of online learning as an alternative solution in learning in the digital era at TKIT An-Najah Jatinom, Klaten Regency, Central Java. The method used is a qualitative descriptive approach, utilizing interviews and documentation. The study's results found that the primary challenge of online learning is children's low literacy skills in language and communication. Lack of enthusiasm in learning because students are required to be independent and concentrated. Limited infrastructure, including inadequate internet access, a lack of digital devices, and low parental involvement due to socioeconomic factors. The strategy to minimize obstacles and maximize potential is designed to utilize interactive digital media, integrate hybrid learning models, provide teacher training in digital pedagogy, and implement inclusive education policies. Online learning in early childhood education presents significant challenges, but with the right strategy, its digital potential can be maximized to support early childhood development optimally. The implementation of interactive digital media and hybrid learning models needs to be ongoing, supported by teacher training and parental involvement. Further research can focus on the effectiveness of blended learning approaches in broader contexts, particularly on their impact on early childhood development outcomes. ABSTRAK Pembelajaran anak usia dini mengandalkan interaksi langsung yang bersifat praktik dan berbasis permainan. Namun, seiring perkembangan zaman, adaptasi teknologi menjadi suatu kebutuhan. Pembelajaran daring bagi siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) belum banyak diterapkan secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tantangan serta mengeksplorasi potensi pembelajaran daring sebagai solusi alternatif dalam pembelajaran di era digital di TKIT An-Najah Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam pembelajaran daring adalah rendahnya kemampuan literasi anak dalam aspek bahasa dan komunikasi. Selain itu, kurangnya semangat belajar muncul karena siswa dituntut untuk mandiri dan mampu berkonsentrasi selama proses pembelajaran. Keterbatasan infrastruktur juga menjadi hambatan, meliputi akses internet yang kurang memadai, minimnya perangkat digital, serta rendahnya keterlibatan orang tua akibat faktor sosial ekonomi. Strategi untuk meminimalkan hambatan dan memaksimalkan potensi pembelajaran daring dirancang melalui pemanfaatan media digital interaktif, integrasi model pembelajaran hybrid, pelatihan guru dalam pedagogi digital, serta penerapan kebijakan pendidikan yang inklusif. Pembelajaran daring dalam pendidikan anak usia dini menghadirkan tantangan yang signifikan, namun dengan strategi yang tepat, potensi digitalnya dapat dimaksimalkan untuk mendukung perkembangan anak usia dini secara optimal. Implementasi media digital interaktif dan model pembelajaran hybrid perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan pelatihan guru serta keterlibatan orang tua. Penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada efektivitas pendekatan blended learning dalam konteks yang lebih luas, khususnya terhadap dampaknya pada hasil perkembangan anak usia dini
Peran Komunikasi Kelompok dalam Meningkatkan Kesadaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Masyarakat Haur Jaya Kota Bogor Mas' amah; Nessa Aufa Firyal; Rizkina Dwi Cahyani; Zacky Bariqlana; Dewi Anggrayni; Nur choiro Siregar
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/ab072380

Abstract

Kesadaran akan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu faktor utama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Namun, kurangnya kesadaran masyarakat menjadi faktor utama yang menghambat terwujudnya PHBS. Penelitian ini fokus kepada pendekatan komunikasi kelompok untuk melihat sejauh mana PHBS diterapkan pada Masyarakat Haur Jaya Kota Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi kelompok dalam meningkatkan kesadaran PHBS di masyarakat Kampung Haur Jaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat serta anggota kelompok, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi kelompok, yang berlangsung dalam berbagai bentuk seperti diskusi warga, pertemuan kader kesehatan, arisan, serta kegiatan keagamaan, memiliki pengaruh yang signifikan dalam menyebarkan informasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap PHBS. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa keberhasilan komunikasi kelompok dalam meningkatkan kesadaran PHBS dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya intensitas interaksi dalam kelompok, penggunaan bahasa yang sesuai dengan karakteristik masyarakat, serta dukungan dari pihak eksternal seperti pemerintah dan organisasi kesehatan. Dengan demikian, komunikasi kelompok dapat menjadi strategi yang efektif dalam mengedukasi masyarakat dan mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup yang lebih sehat.