Maharatna Fahma Poetri Purnomo
UIN Raden Mas Said Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Shout It Out Loud: K-Pop Fan Chants by Seventeen's Carat and Twice's Once Candika Primatin Saputri; Yessika Indah Cahyani; Novita Maharani; Istiqomah; Maharatna Fahma Poetri Purnomo
Studies in Language, Education, and Culture (SeLEC) Vol. 2 No. 1 (2026): Studies in Language, Education, and Culture (SeLEC)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/selec.v2i1.1424

Abstract

This study examines the structure, function, and symbolism of K-pop fan chants within the fandoms of SEVENTEEN (Carat) and TWICE (Once). Using a descriptive qualitative approach, the study analyzes official fan chant guides, live performance recordings, and fan-made fancam videos uploaded to YouTube. The analysis focuses on how collective chanting functions as a performative expression of fandom identity and emotional participation. The findings reveal that fan chants serve not only as forms of vocal support but also as social rituals that foster solidarity, social recognition, and collective identity among fans. Once’s cheerful chants reflect warmth and inclusivity, while Carat’s synchronized and powerful chants symbolize loyalty and unity. In addition, concert moments documented through fancams are transformed into enduring digital memories that strengthen global fandom networks and sustain emotional connections among fans across geographical boundaries. This study demonstrates that fan chants represent a dynamic interaction between voice, emotion, and social identity, transforming concert spaces into participatory communities built upon shared experiences. The findings contribute to the understanding of contemporary digital popular culture by highlighting how fan practices function as complex social rituals that shape and maintain collective identity in both physical and virtual spaces. Furthermore, this study offers insights into the strategic role of fan engagement in building and sustaining loyal global communities.
OPTIMALISASI KESEHATAN IBU MELALUI PENDEKATAN EDUKASI GIZI DAN LITERASI KESEHATAN TERINTEGRASI DI BELANGWETAN Ahmad Habiburrahman; Syah Rizal Justisico Muhammad; Xzal Fannaan Fatahillah; Isna Hani’ Nurrohmah; Diva Ayu Purwitasari; Khalimah Syifa Afanin; Yola Aprilia Mushlihah; Ferronica Intan Pramesthi; Anastasya Chelseadita; Nike Putri Desyana; Adinda Dwi Ristanti; Maharatna Fahma Poetri Purnomo; Rohmad Bilal Wijaya; Alvin Yahya; Mochammad Achwan Baharuddin
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan multidimensional yang tidak murni dipengaruhi oleh faktor ekonomi, melainkan juga tingkat literasi kesehatan masyarakat. Di Desa Belangwetan, tingginya prevalensi stunting menjadi fenomena paradoksal mengingat kondisi perekonomian warga yang relatif stabil. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kesehatan ibu dan mencegah stunting melalui integrasi edukasi gizi dan literasi kesehatan. Pelaksanaan program menggunakan metode kualitatif partisipatif melalui Focus Group Discussion (FGD) dan sosialisasi interaktif, dengan melibatkan kelompok ibu hamil, kader Posyandu, serta bidan desa. Evaluasi keberhasilan program diukur menggunakan instrumen pre-test, post-test, serta pemantauan lanjutan (monitoring). Hasil kegiatan menunjukkan adanya transformasi kognitif dan psikomotorik yang signifikan pada kelompok sasaran terkait pemenuhan gizi seimbang di masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pendekatan diskusi dua arah terbukti efektif dalam meluruskan miskonsepsi mengenai pola makan anak yang beredar di masyarakat. Selain itu, pemanfaatan media visual berupa poster dan kampanye media massa berhasil memperluas jangkauan edukasi secara efektif. Kesimpulannya, model edukasi gizi dan literasi kesehatan terintegrasi ini berhasil mengubah paradigma kelompok sasaran menjadi lebih kritis dan mandiri, sehingga direkomendasikan untuk diadopsi sebagai program preventif stunting yang berkelanjutan oleh Pemerintah Desa Belangwetan.