Leo Agung Sutimin
Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri 1 Wonogiri Ardia Ayuningtyas; Leo Agung Sutimin
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (April - Juni 2025)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v4i2.622

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Wonogiri. (2) Mengidentifikasi dampak penerapan pembelajaran berdiferensiasi terhadap pembelajaran sejarah. (3) Mengidentifikasi hambatan yang dihadapi guru dalam pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data meliputi guru sejarah, aktivitas pembelajaran, dan dokumen pendukung. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber, sedangkan analisis data dilakukan secara interaktif.   Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran sejarah telah dilaksanakan melalui penyesuaian konten, proses, dan produk pembelajaran. Guru menyesuaikan materi pembelajaran dengan tingkat kemampuan peserta didik, menggunakan berbagai metode seperti diskusi, presentasi, dan analisis peristiwa sejarah, serta memberikan variasi bentuk penilaian sesuai karakteristik siswa. Pembelajaran menjadi lebih fleksibel, aktif, dan berpusat pada peserta didik. (2) Penerapan pembelajaran berdiferensiasi memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran sejarah, ditunjukkan dengan meningkatnya keaktifan, keterlibatan, serta motivasi belajar peserta didik. Selain itu, peserta didik lebih mampu berpikir kritis, menganalisis peristiwa sejarah, serta mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. (3) Dalam pelaksanaannya, guru menghadapi beberapa hambatan, antara lain keterbatasan waktu dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi, perbedaan kemampuan dan karakteristik peserta didik yang beragam, serta kesiapan guru dalam mengelola kelas dan melakukan asesmen secara menyeluruh. Oleh karena itu, guru perlu melakukan strategi penyesuaian seperti pengelolaan waktu yang efektif, penggunaan metode yang bervariasi, serta peningkatan kompetensi dalam memahami konsep pembelajaran berdiferensiasi agar pembelajaran dapat berjalan optimal.