Sariyatun
Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Pendidikan Multikultural Dalam Pembelajaran Sejarah Berbasis Deep Learning di SMA Negeri 3 Surakarta Zinjy Jehanagara; Sariyatun
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (April - Juni 2025)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v4i2.624

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan pemahaman guru mengenai pendidikan multikultural di SMA Negeri 3 Surakarta. (2) Mendeskripsikan pemahaman guru mengenai pendekatan deep learning dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 3 Surakarta. (3) Mendeskripsikan implementasi pendidikan multikultural dalam pembelajaran sejarah berbasis pendekatan deep learning di SMA Negeri 3 Surakarta. (4) Mendeskripsikan kendala pendidikan multikultural dalam pembelajaran sejarah berbasis pendekatan deep learning di SMA Negeri 3 Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data meliputi guru sejarah, peserta didik, aktivitas pembelajaran, serta dokumen pendukung pembelajaran. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Pemahaman guru mengenai pendidikan multikultural menunjukkan bahwa guru telah memiliki kesadaran terhadap pentingnya keberagaman dalam proses pembelajaran. Guru berusaha menanamkan nilai toleransi, saling menghargai, dan tidak membedakan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran sejarah. (2) Pemahaman guru mengenai pendekatan deep learning menunjukkan bahwa guru mulai menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada pemahaman mendalam melalui kegiatan diskusi, refleksi, dan keterlibatan aktif peserta didik dalam pembelajaran sejarah. (3) Implementasi pendidikan multikultural dalam pembelajaran sejarah berbasis deep learning telah dilakukan melalui kegiatan pembelajaran yang melibatkan interaksi aktif antar peserta didik, diskusi kelompok, dan pengaitan materi sejarah dengan kehidupan sosial peserta didik sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. (4) Kendala yang dihadapi dalam penerapan pendidikan multikultural berbasis deep learning meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, kesiapan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran aktif, serta kesiapan guru dalam mengelola pembelajaran yang mengintegrasikan nilai multikultural dengan pendekatan deep learning. Oleh karena itu, diperlukan penguatan dalam perencanaan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan peningkatan kesiapan guru maupun peserta didik agar pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan lebih optimal.