Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin kompleksnya tantangan pendidikan akhlak anak di era digital akibat perkembangan teknologi, penggunaan gadget, media sosial, serta menurunnya kualitas komunikasi keluarga yang berdampak pada perilaku moral anak. Dalam kondisi tersebut, pola asuh demokratis dipandang sebagai pendekatan yang relevan untuk membentuk akhlaqul karimah anak melalui keseimbangan antara kebebasan, pengawasan, komunikasi, dan pendidikan agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pola asuh demokratis menurut Zakiyah Daradjat, mengkaji relevansinya terhadap pembentukan akhlaqul karimah anak di era digital, serta menjelaskan implikasinya dalam menghadapi tantangan moral anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan melalui pengkajian berbagai literatur yang berkaitan dengan pemikiran Zakiah Daradjat, pola asuh demokratis, pendidikan akhlak, dan tantangan era digital. Teknik analisis data dilakukan menggunakan analisis isi dan deskriptif-kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh demokratis perspektif Zakiyah Daradjat menekankan keseimbangan antara kasih sayang, kebebasan, pengawasan, keteladanan, komunikasi, dan pendidikan agama dalam keluarga. Pola asuh ini relevan diterapkan di era digital karena mampu membantu anak membangun disiplin, tanggung jawab, pengendalian diri, serta kesadaran moral dalam menggunakan media digital secara bijak. Selain itu, penerapan pola asuh demokratis berbasis nilai-nilai Islam juga berimplikasi positif terhadap kesehatan mental, kedekatan emosional keluarga, dan ketahanan moral anak dalam menghadapi pengaruh negatif perkembangan teknologi modern.