Ayi Haryani
Bandung Polytechnic of Social Welfare

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A Descriptive Analysis of Adolescent Girls Affected by Child Marriage: Empirical Evidence from Tasikmalaya, Indonesia Bambang Rustanto; Tuti Kartika; Aryohaji Istyawan; Ayi Haryani; Pribowo Pribowo
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol. 23 No. 01 (2026): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v23i01.2062

Abstract

Pernikahan anak secara luas diakui sebagai pelanggaran hak anak, namun remaja di banyak daerah pedesaan tetap sangat rentan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia dalam “Laporan Statistik Pemuda Indonesia” 2024 menunjukkan bahwa 21,49% anak muda di Indonesia menikah pada usia 18 tahun atau lebih muda, 18,55% menikah dalam kelompok usia 16-18 tahun, sedangkan 2,39% menikah sebelum usia 16 tahun. Meskipun penelitian global telah dilakukan secara ekstensif, bukti empiris tentang pengalaman hidup remaja putri di pedesaan Indonesia, khususnya di Jawa Barat, masih terbatas. Studi ini mengeksplorasi pengalaman remaja putri yang terdampak pernikahan anak di Desa Sukaharja, Sariwangi, Tasikmalaya, Indonesia. Dengan menggunakan desain deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan tinjauan dokumen. Lima remaja putri yang dipilih secara purposif, yang semuanya telah menjalani pernikahan agama yang tidak terdaftar, berperan sebagai informan kunci. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola dan wawasan utama. Temuan menunjukkan bahwa perkawinan anak terkait dengan kerentanan sosial ekonomi dan rendahnya pencapaian pendidikan, yang dipicu oleh kehamilan di luar nikah, rasa malu sosial, dan sanksi adat. Konsekuensinya meliputi putus sekolah, kurangnya sertifikasi formal, pengucilan sosial, dan masa depan yang tidak pasti. Persepsi masyarakat bervariasi, dipengaruhi oleh adat istiadat setempat, media sosial, dan pendidikan kesehatan reproduksi yang terbatas. Temuan ini menyoroti perlunya intervensi terkoordinasi, termasuk penyebaran Undang-Undang No. 16/2019, pembentukan forum perlindungan anak, dan pengembangan inisiatif desa ramah anak, yang menyediakan strategi berbasis bukti untuk melindungi remaja di pedesaan Indonesia.
FAMILY NEEDS FULFILLMENT AMONG POOR SINGLE MOTHERS IN URBAN INDONESIA: A QUANTITATIVE STUDY IN EAST JAKARTA: A Quantitative Study in East Jakarta Bambang Rustanto; Tuti Kartika; Pribowo; Ayi Haryani; Aryohaji Istyawan
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.8124

Abstract

The increasing number of single mothers who are required to perform dual roles as breadwinners and family caregivers has become an important social issue, particularly among poor families in urban areas. This study aims to analyze family needs fulfillment among Poor Single Mothers in Gedong Village, Pasar Rebo District, East Jakarta, Indonesia. The study employed a descriptive method with a quantitative approach. Data were collected through questionnaires distributed to 30 working single mothers aged 19–59 years. The data were analyzed descriptively through editing, coding, tabulation, and interpretation processes based on actual and ideal scores for each aspect of family needs fulfillment. The findings indicate that physical needs fulfillment was categorized as fulfilled with a percentage of 82.93%, emotional needs fulfillment reached 79.00%, and educational needs fulfillment reached 74.57%. Meanwhile, economic needs fulfillment obtained a percentage of 72.09% and was categorized as less fulfilled. These findings demonstrate that Poor Single Mothers were generally able to fulfill the basic needs of their families; however, they still experienced economic vulnerability due to limited income, high household expenditures, and limited access to social assistance. Therefore, social support and economic empowerment are necessary to improve the sustainable well-being of Poor Single Mothers and their families.