Perkembangan teknologi digital dan industri hiburan interaktif di Indonesia memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk usaha hiburan berbasis permainan digital seperti Game Center PlayStation. Di wilayah Sidorukun, usaha Game Center PlayStation menjadi salah satu alternatif hiburan yang diminati berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Tingginya minat masyarakat terhadap permainan digital membuka peluang peningkatan pendapatan usaha, namun pelaku UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, seperti persaingan bisnis yang semakin kompetitif, keterbatasan fasilitas, kualitas pelayanan yang belum optimal, serta strategi promosi yang kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan bisnis UMKM Game Center PlayStation di wilayah Sidorukun dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) sebagai sistem pendukung keputusan dalam menentukan prioritas strategi terbaik untuk meningkatkan pendapatan usaha. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan pemilik usaha, penyebaran kuesioner kepada pelanggan, dan studi pustaka. Kriteria penilaian meliputi kualitas fasilitas, harga sewa permainan, kualitas pelayanan, kenyamanan tempat, lokasi usaha, strategi promosi, jumlah perangkat PlayStation, serta tingkat kepuasan pelanggan yang diberikan bobot sesuai tingkat kepentingannya. Proses analisis dilakukan melalui penyusunan matriks keputusan, normalisasi data, dan perhitungan nilai preferensi menggunakan metode SAW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SAW mampu mengidentifikasi strategi pengembangan bisnis yang paling optimal secara objektif dan sistematis berdasarkan nilai preferensi tertinggi. Strategi yang diprioritaskan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan, loyalitas pelanggan, daya saing usaha, serta peningkatan pendapatan UMKM secara berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi praktis bagi pengembangan usaha hiburan digital serupa di tingkat lokal.