Industri kecantikan global tengah mengalami pergeseran paradigma menuju desain kemasan yang lebih inklusif dan aksesibel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana desain kemasan Soft Pinch Liquid Blush Rare Beauty secara semiotik merepresentasikan dan mengakomodasikan kebutuhan penyandang disabilitas autoimun, khususnya penderita Systemic Lupus Erythematosus (SLE) dan Reumatoid Arthritis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika dua kerangka utama, yaitu trikotomi tanda Charles Sanders Peirce dan tiga tingkatan makna Roland Barthes (denotasi, konotasi, dan mitos). Data dikumpulkan melalui observasi visual kemasan produk serta studi dokumentasi dari kanal komunikasi resmi merek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen-elemen visual kemasan seperti bentuk tutup ergonomis berdiameter besar, palet warna yang tenang, tipografi sans-serif minimalis, serta material ringan bertekstur matte secara semiotik menyampaikan pesan inklusivitas dan keramahan universal. Pada level mitologis, kemasan ini membangun narasi bahwa aksesibilitas adalah nilai inti, bukan sekadar strategi pemasaran. Penelitian ini berkontribusi pada kajian semiotika desain dan memberikan implikasi praktis bagi industri kecantikan dalam mengembangkan kemasan yang lebih fungsional, empatik, dan inklusif bagi seluruh kalangan pengguna.