Insania Khairunnisa
Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Pamulang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ACADEMIC GHOSTWRITING DI KALANGAN PELAJAR: TANTANGAN BARU INTEGRITAS AKADEMIK DI ERA DIGITAL Fachriana Fachriana; Vina Agustina; Insania Khairunnisa; Susantonius Selamat Hia
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i2.10638

Abstract

ABSTRACT The phenomenon of academic ghostwriting among students has increased alongside the rapid development of digital technology, particularly the use of artificial intelligence (AI) in academic activities. If left unaddressed, this practice risks undermining the foundations of intellectual honesty and the overall quality of educational graduates, making an integrated and in-depth examination an urgent necessity. This study aims to examine ghostwriting practices as a new challenge to academic integrity in the digital era. This research adopts a qualitative descriptive-exploratory approach through a conceptual review supported by semi-structured interviews, Likert-scale questionnaires, non-participatory observation, and document analysis. The findings reveal that AI provides considerable advantages, including assisting idea generation, improving writing structure, and enhancing task efficiency; however, its use without ethical awareness encourages ghostwriting, disguised plagiarism, and excessive technological dependency. These conditions impair students' critical thinking, creativity, and academic honesty, further worsened by low ethical literacy, academic pressure, and insufficient institutional oversight. The scientific contribution of this study lies in its integrative analytical framework linking the dimensions of ethics, cognitive change, and educational system responses to AI-based ghostwriting a nexus that remains underexplored in prior literature. ABSTRAK Fenomena academic ghostwriting di kalangan pelajar semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi digital, khususnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam kegiatan akademik. Apabila tidak segera mendapat perhatian serius, praktik ini berpotensi merusak fondasi kejujuran intelektual dan kualitas lulusan pendidikan secara menyeluruh, sehingga kajian yang bersifat terpadu dan mendalam menjadi sangat mendesak untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik ghostwriting sebagai tantangan baru terhadap integritas akademik di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-eksploratif melalui kajian konseptual yang didukung wawancara semi-terstruktur, angket skala Likert, observasi non-partisipatif, dan studi dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI memberikan kemudahan dalam penyusunan ide, perbaikan struktur tulisan, dan peningkatan efisiensi tugas; namun penggunaan yang tidak disertai kesadaran etis mendorong munculnya praktik ghostwriting, plagiarisme terselubung, dan ketergantungan berlebihan pada teknologi. Kondisi ini berdampak pada penurunan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta melemahnya nilai kejujuran akademik, yang diperparah oleh rendahnya literasi etika, tekanan tugas, dan minimnya pengawasan institusional. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada kerangka analitik integratif yang menghubungkan dimensi etika, perubahan kognitif, dan respons sistem pendidikan terhadap fenomena AI-based ghostwriting, yang belum banyak dikaji secara terpadu dalam literatur sebelumnya.