Nurlita Novianti
Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Falah Cicalengka, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TAHAPAN PENDIDIKAN DALAM PEMIKIRAN IBNU KHALDUN DAN RELEVANSINYA BAGI PENDIDIKAN ISLAM Nurlita Novianti; Sahudi
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 2 No 1 (2026): Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : PROGRAM STUDI PAI STIT TANGGAMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam kontemporer dihadapkan pada tantangan metodologis yang berkaitan dengan efektivitas pembelajaran, relevansi materi, serta kesesuaian pendekatan pedagogis dengan tahap perkembangan peserta didik. Dalam konteks tersebut, pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun menawarkan kerangka konseptual yang penting untuk dikaji kembali, khususnya terkait dengan konsep tahapan pendidikan yang menekankan prinsip gradualisme (tadarruj) dan pendekatan pembelajaran yang humanis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tahapan pendidikan dalam pemikiran Ibnu Khaldun serta mendiskusikan relevansinya bagi pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan (library research) dengan menganalisis sumber-sumber primer berupa karya Ibnu Khaldun, terutama Al-Muqaddimah, serta sumber-sumber sekunder berupa buku metodologi penelitian, buku pendidikan Islam, dan artikel jurnal ilmiah yang relevan. Data dianalisis secara kualitatif melalui pembacaan kritis, pengelompokan tema, dan sintesis konseptual.Hasil kajian menunjukkan bahwa tahapan pendidikan menurut Ibnu Khaldun mencakup proses pembelajaran yang dimulai dari pengenalan pengetahuan secara global, pendalaman materi secara bertahap, hingga pengembangan kemampuan berpikir kritis dan reflektif. Konsep tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan pendidikan Islam kontemporer, terutama dalam mendorong pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik, penguatan karakter, serta integrasi antara aspek kognitif dan afektif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan teori dan praksis pendidikan Islam yang lebih adaptif dan kontekstual.