Eko Surjadi
Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Surakarta, Solo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Modifikasi Sistem Kopling dengan Komponen Racing terhadap Akselerasi Sepeda Motor Diama Rizky Septiawan; Agus Dwi Putra; Eko Surjadi; Indah Martha Fitriani
Metrotech (Journal of Mechanical and Electrical Technology) Vol 5 No 02: Mei 2026
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UNIRA Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/metrotech.v5i02.9624

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi belum optimalnya pemahaman mengenai pengaruh kombinasi kopling standar dan racing terhadap akselerasi sepeda motor diberbagai kondisi kecepatan dan tingkat transmisi. Permasalahan utama terletak pada ketidaksesuaian hasil penggunaan komponen racing yang tidak selalu memberikan peningkatan performa pada semua kondisi operasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kombinasi kampas kopling dan pegas kopling terhadap karakteristik akselerasi sepeda motor. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan pengujian langsung pada Yamaha Vixion 150 cc menggunakan empat variasi kombinasi standar–standar, racing–standar, standar–racing, dan racing–racing. Parameter yang diukur adalah nilai akselerasi pada setiap tingkat transmisi dan rentang kecepatan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kampas kopling racing dan pegas kopling racing menghasilkan akselerasi tertinggi, mencapai nilai maksimal 4,16 m/s² pada transmisi 5 (kecepatan 50 km/jam). Sebagai perbandingan, kombinasi standar pada kondisi transmisi dan kecepatan yang sama hanya menghasilkan akselerasi sebesar 2,27 m/s². Kombinasi parsial memberikan peningkatan moderat, seperti pada transmisi 3 kecepatan 30 km/jam di mana kombinasi kampas racing–pegas standar menghasilkan 3,33 m/s² , sementara kombinasi standar menghasilkan akselerasi paling stabil namun relatif rendah. Pada kecepatan tinggi (≥100 km/jam), seluruh kombinasi mengalami penurunan akselerasi yang signifikan hingga rentang 0,11–0,18 m/s² akibat faktor mekanis dan termal.