Bendungan merupakan salah satu prasarana pengembangan sumber daya air yang banyak dikembangkan di Indonesia. Salah satu bendungan yang mengalami sedimentasi adalah Bendungan Mengkoang secara administratif terletak di Desa Lape, Kecamatan Lape Lopok, Kabupaten Sumbawa. Waduk Mengkoang memiliki fungsi sebagai sumber pengairan untuk irigasi perkebunan dan pertanian penduduk di sekitar Desa Lape. Sedimentasi sungai berakibat terhadap fungsi waduk, oleh karena itu permasalahan tentang sedimen harus segera di selesaikan karena menyebabkan penumpukan pasir di saluran air bendungan, mengganggu aliran irigasi, dan memperpendek umur bendungan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan pembuatan skat pada waduk bertujuan untuk mengumpulkan sedimentasi pada satu titik. Pada penelitian ini dibutuhkan data geografi,geologi dan klimatologi yang bertujuan untuk mengetahui kondisi sekitar waduk mengkoang selanjutnya dilakukan analisis hidrologi dan hidrolika bertujuan untuk menghitung curah hujan , debit air dan laju sedimentasi yang terjadi di waduk mengkoang lalu di aplikasikan dalam aplikasi HEC-RAS 2D , HEC-RAS merupakan salah satu aplikasi yang digunakan untuk memodelkan aliran sedimentasi , dari pemodelan tersebut didapat bahwa skat dengan bahan beton dapat menahan sedimentasi sebesar 80% tetapi mengalami backwater sedangkan skat dengan bahan bronjong dapat menahan 65% dari sedimentasi dan tingkat backwater lebih sedikit . berdasarkan analisis sedimentasi didapatkan 1.838 ton/tahun pada kondisi data asli lapangan dan 1.541 ton/tahun dengan sistem skat. Kata kunci: Hecras, Hidrologi, Hidrolika, Sedimentsasi , Waduk Mengkoang