Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi mahasiswa mengenai nyeri haid, anemia, penggunaan analgesik yang rasional, serta deteksi dini gangguan kesehatan reproduksi pada generasi muda. Metode yang digunakan berupa edukasi promotif dan preventif melalui seminar interaktif, skrining sederhana kesehatan reproduksi, workshop berbasis kasus, serta evaluasi menggunakan desain pre-test dan post-test pada 30 mahasiswa program studi kebidanan dan keperawatan Universitas Baiturrahmah. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji Paired t-test untuk menilai perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas peserta adalah perempuan (90%), sebanyak 81,5% memiliki riwayat nyeri haid dan 66,7% pernah mengonsumsi analgesik secara mandiri. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 64,3±8,1 pada pre-test menjadi 86,7±6,5 pada post-test dengan selisih rerata sebesar 22,4 poin. Proporsi peserta dengan tingkat pengetahuan tinggi meningkat dari 13,3% menjadi 86,7%, sedangkan hasil uji Paired t-test menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor sebelum dan sesudah edukasi (p<0,001). Simpulan, program Gerakan Peduli Nyeri Haid, Anemia, dan Kesehatan Reproduksi pada Mahasiswa efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mahasiswa mengenai kesehatan reproduksi, penggunaan obat yang rasional, pencegahan anemia, serta pentingnya deteksi dini gangguan kesehatan reproduksi sebagai upaya promotif dan preventif pada generasi muda.