Agus Suryadi
Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Efektifitas Sistem Pengelolaan Dana Hibah Pada Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi Agus Suryadi
Baashima : Jurnal Bisnis Digital, Akuntansi, Kewirausahaan, dan Manajemen Vol. 3 No. 2 (2025): (Oktober)
Publisher : PT. Alahyan Publisher Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61492/baashima.v3i2.520

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the grant fund management system at the Social Welfare Division of the Regional Secretariat of Sukabumi Regency. The research employed a qualitative descriptive method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving key informants, including the Head of the Social Welfare Division, grant management officials, administrative staff, internal auditors, and grant recipients. Data analysis was conducted using an interactive model consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the grant management system has generally been implemented effectively and in accordance with applicable regulations. The accuracy of grant recipient targeting was categorized as effective with an achievement rate of approximately 80%, while timeliness of fund disbursement and accountability were categorized as moderately effective with achievement rates of around 70% and 75%, respectively. However, administrative efficiency remains constrained by limited human resources, lengthy bureaucratic procedures, and the absence of an integrated digital grant management system. Furthermore, monitoring and evaluation activities are still focused primarily on administrative compliance rather than outcome measurement. Therefore, the development of an integrated e-Grant system, enhancement of staff competencies, and strengthening of outcome-based monitoring and evaluation are necessary to improve the effectiveness of grant fund management in the future.
Optimalisasi Kebijakan E-Hibah Dalam Meningkatkan Efektivitas Pengelolaan Dana Hibah di Kabupaten Sukabumi Agus Suryadi
Alahyan Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): Mei
Publisher : PT. Alahyan Publisher Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61492/ecos-preneurs.v4i1.597

Abstract

Pengelolaan dana hibah pada Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi memegang peranan strategis dalam mendukung aktivitas sosial, keagamaan, dan pendidikan masyarakat. Namun, luasnya wilayah geografis serta tingginya volume proposal setiap tahunnya menimbulkan hambatan serius pada rantai birokrasi penatausahaan. Berdasarkan evaluasi dengan metode Urgency, Seriousness, Growth (USG), ditemukan bahwa masalah utama yang paling mendesak untuk ditangani adalah rendahnya efisiensi proses administrasi akibat alur birokrasi yang panjang dan masih digunakannya sistem manual. Kondisi ini menciptakan penumpukan dokumen, memicu keterlambatan penyaluran dana ke masyarakat, serta memicu ketidakpuasan publik dan peningkatan risiko audit pertanggungjawaban. Secara yuridis dan manajerial, praktik verifikasi manual bertentangan dengan prinsip efisiensi anggaran dalam Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 serta memperlebar celah implementasi kebijakan Perpres Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Ditinjau dari teori efektivitas organisasi publik dan digitalisasi pelayanan publik, kelemahan sistemis ini terjadi akibat keterbatasan personel verifikator yang harus menangani dokumen secara fisik tanpa dukungan teknologi terintegrasi. Hal ini diperparah oleh prosedur verifikasi yang berbelit dan belum adanya mekanisme pelacakan dokumen secara transparan, sehingga diperlukan inovasi berbasis data digital untuk memangkas penumpukan berkas dan menekan tingkat kesalahan manusia (human error). Untuk mengintervensi permasalahan tersebut, dilakukan analisis komparatif terhadap tiga alternatif kebijakan menggunakan Kriteria Bardach yang mencakup kelayakan teknis, ekonomi, politik, dan operasional administrasi. Hasil penilaian menetapkan bahwa Alternatif 1, yaitu pengembangan dan implementasi Sistem Informasi Terintegrasi "e-Hibah Kabupaten Sukabumi", secara mutlak menjadi opsi terbaik dengan skor tertinggi (35). Pilihan ini jauh mengungguli alternatif penambahan personel konvensional (skor 25) yang berisiko membengkakkan APBD secara permanen, serta opsi moratorium kuota hibah (skor 22) yang berpotensi memicu resistensi publik dan merusak citra pemerintah daerah. Sistem e-Hibah terbukti paling rasional karena didukung infrastruktur digital yang siap, hemat biaya jangka panjang, serta selaras dengan agenda reformasi birokrasi daerah. Sebagai langkah konkret, merekomendasikan kepada Bupati Sukabumi untuk menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Sukabumi tentang Pedoman Penyelenggaraan e-Hibah sebagai payung hukum transisi tata kelola digital. Pelaksanaan kebijakan ini dirancang dalam tiga tahapan aksi, dimulai dari jangka pendek (1–6 bulan) untuk penyusunan draf regulasi dan integrasi keamanan siber dengan Diskominfosan, jangka menengah (6–12 bulan) untuk pengalokasian anggaran APBD serta rekayasa perangkat lunak berfitur e-Proposal, Verification Tracking, dan LPJ Online, hingga jangka panjang (>12 bulan) untuk bimbingan teknis aparatur, sosialisasi publik, serta integrasi basis data ke Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) Kemendagri demi menjamin transparansi dan efektivitas pelayanan.