Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan aplikasi BAKSO dalam pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lombok Timur. Aplikasi BAKSO dikembangkan sebagai inovasi pelayanan digital berbasis desa untuk memperluas akses, mempercepat proses layanan, dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pelayanan tatap muka. Namun, pemanfaatannya masih menghadapi sejumlah kendala, seperti rendahnya literasi digital masyarakat, keterbatasan sarana pendukung, kendala teknis aplikasi, serta belum meratanya kesiapan operator desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi pemanfaatan aplikasi BAKSO, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta merumuskan upaya optimalisasi yang dapat dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Analisis data dilakukan melalui model Miles dan Huberman dengan bantuan perangkat lunak NVivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi BAKSO telah berkontribusi dalam mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat melalui mekanisme pelayanan berbasis desa. Namun, pemanfaatannya belum optimal karena indikator tujuan, alternatif keputusan, dan sumber daya yang dibatasi belum terpenuhi secara seimbang. Kendala utama terletak pada aspek sumber daya manusia, literasi digital, infrastruktur pendukung, jaringan, dan pemahaman masyarakat. Oleh karena itu, optimalisasi perlu dilakukan melalui peningkatan sosialisasi, penguatan kapasitas operator desa, perbaikan sarana pendukung, serta pengembangan aplikasi secara berkelanjutan.