Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Implementasi Standar Akreditasi SNARS Edisi 1.1 pada Pelayanan Farmasi RS Multazam dalam Meningkatkan Kepuasan Pasien Muh. Akmar; Umar Sako Baderan; Dharmawaty S. Makur
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 3 No. 4 (2026): Dinasti Health and Pharmacy Science (April - June 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v3i4.3357

Abstract

Penerapan standar mutu dalam pelayanan kesehatan merupakan instrumen penting untuk menjamin keselamatan pasien sekaligus menekan risiko terjadinya kesalahan pengobatan di rumah sakit. Namun, dalam tataran operasional harian, pemenuhan regulasi akreditasi tersebut sering kali membentur realitas keterbatasan daya dukung internal berupa kapasitas ruang fisik dan kelangkaan kuantitas sumber daya manusia di daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian implementasi standar akreditasi pelayanan kefarmasian (PKPO) dan sasaran keselamatan pasien (SKP 3) di RS Multazam Gorontalo. Dan untuk mengidentifikasi kendala operasional akibat keterbatasan SDM dan fasilitas farmasi serta gambaran kepuasan pasien terkait waktu tunggu pelayanan obat. Metode riset yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, di mana pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap empat penanggung jawab kelompok kerja akreditasi lintas disiplin (PKPO, SKP, KPS, PPI) selaku informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara prosedural, RS Multazam telah berhasil mengimplementasikan alur PKPO dan SKP 3 dengan baik pasca transisi ke standar LAM-KPRS, yang dibuktikan dengan penurunan angka Insiden Keselamatan Pasien (IKP) obat sebesar 40% dan kenaikan indeks kepuasan pasien secara umum. Kendati demikian, evaluasi lapangan mendeteksi adanya kendala struktural yang berat, meliputi kelangkaan kuantitas tenaga kefarmasian yang memicu keluhan pasien terhadap lamanya waktu tunggu obat racikan pada jam sibuk, kekosongan fungsi apoteker klinis per Juni 2025, kapasitas ruang apotek yang terlalu sempit sehingga menghambat jarak aman obat kategori Look Alike Sound Alike (LASA), serta belum optimalnya integrasi e-resep pada sistem komputer rumah sakit.
Reconstructing Hospital Civil Liability in Indonesia: A Layered Model of Professional, Vicarious, Organizational, and Contractual Responsibility Andi Eka Yunita Devi; Muh. Akmar; Umar Sako Baderan
Rechtsvinding Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/rechtsvinding.2093

Abstract

Hospitals are healthcare institutions operating through organizations, professional personnel, facilities, technology, procedures, and governance. This complexity raises the issue of who bears civil liability when patients’ rights are violated. This study analyzes the construction of hospital civil liability and formulates the scope of institutional responsibility. The study employs normative juridical research using statutory, conceptual, and case approaches. Primary legal materials include Law Number 17 of 2023 on Health, the Indonesian Civil Code, Law Number 8 of 1999 on Consumer Protection, Government Regulation Number 28 of 2024, and Minister of Health Regulation Number 24 of 2022 on Medical Records. The findings show that hospital liability cannot be reduced to individual negligence. Article 193 of the Health Law places legal responsibility on hospitals for losses caused by negligence of health human resources working in the hospital. Article 189 on hospital obligations, Article 276 on patient rights, Article 274 on professional duties, and Article 293 on informed consent form an integrated normative framework. Liability may arise from breach of contract, unlawful acts, vicarious liability, and corporate or organizational liability. The study proposes a layered liability model connecting professional liability, liability for functionally connected health personnel, direct organizational liability, and contractual liability
Analisis Tingkat Kepuasan Pasien BPJS Terhadap Layanan Mobile JKN Di RS. Multazam Gorontalo Muh. Akmar; Andi Eka Yunita Devi Tawil
Jurnal Manajemen Dan Bisnis Vol 4 No 2 (2026): October-December
Publisher : Universitas Ichsan Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61912/lajumen.v4i2.211

Abstract

Transformasi digital pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menempatkan Mobile JKN sebagai salah satu kanal penting untuk mempermudah peserta memperoleh informasi, pendaftaran, dan antrean pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kepuasan pasien BPJS terhadap layanan Mobile JKN di RS Multazam Gorontalo dan mengidentifikasi aspek layanan yang perlu dipertahankan atau diperbaiki. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-korelasional. Instrumen terdiri atas 12 item kualitas layanan dan 3 item outcome kepuasan menggunakan skala Likert 1–5. Dataset analitik berjumlah 100 observasi. Analisis meliputi statistik deskriptif, corrected item-total correlation, Cronbach’s Alpha, korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana. Rerata kualitas layanan adalah 4,345/5 (86,90%) dan rerata outcome kepuasan 4,657/5 (93,13%), keduanya berada pada kategori sangat tinggi. Cronbach’s Alpha untuk 12 item kualitas layanan sebesar 0,892 dan untuk seluruh 15 item sebesar 0,906. Seluruh corrected item-total correlation berada di atas 0,1966 pada dataset analitik. Hubungan kualitas layanan dengan kepuasan menunjukkan korelasi positif kuat (r=0,691; p<0,001), dengan R²=0,477. Skor terendah terdapat pada performa aplikasi terkait kelambatan/loading (3,73), sedangkan skor tertinggi terdapat pada bantuan petugas RS ketika pengguna mengalami kesulitan menggunakan Mobile JKN (4,67). Temuan menunjukkan pentingnya kombinasi kualitas sistem digital dan dukungan petugas dalam pengalaman pengguna.