Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PARADIGMA JURNALISTIK ISLAM DALAM DAKWAH DIGITAL BERBASIS AI: STUDI KASUS KONTEN ANIMASI DI MEDIA SOSIAL Ela Indah Dwi Syayekti; Alfan Fahmi Al Faqih; Dinar Ayu Chandra Agustin
DECODING: Jurnal Mahasiswa KPI Vol. 6 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/decoding.v6i2.11307

Abstract

Perkembangan media digital dan kecerdasan buatan (AI) telah mempengaruhi kegiatan dakwah di media, salah satunya melalui video pendek berbentuk animasi. Perkembangan tersebut diikuti juga dengan tantangan logika viralitas serta bagaimana etika penyampaian pesan keagamaan dijaga, khusunya dalam perspektif etika jurnalistik islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan paradigma jurnalistik islam dalam dakwah digital berbasis animasi AI pada akun instagram dan tiktok @edumotion.ai. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten dakwah animasi melalui AI memiliki struktur narasi yang konsisten yaitu pembukaan, isi dan penutup yang mencerminkan adaptasi pola jurnalistik. Etika jurnalistik ditunjukkan melalui beberapa hal, prinsip kejujuran tampak melalui penggunaan rujukan ayat, namun masih terdapat kecenderungan makna. Prinsip verifikasi belum ditampilkan secara eksplisit melalui penyebutan sumber yang jelas. Prinsip amanah dan tanggungjawab sosial tercermin melalui penyampaian pesan moral dan reflektif, meskipun masih memerlukan penguatan dalam aspek kedalaman dan konteks. Kecerdasan buatan (AI) berperan dalam produksi visual dan narasi, namun juga membawa implikasi berupa simplikasi informasi dan percepatan produksi konten. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa dakwah digital berbasis kecerdasan buatan (AI) tidak hanya membutuhkan strategi kreatif, tetapi juga landasan etis yang kuat. Integrasi paradigma jurnalistik diperlukan untuk memastikan konten dakwah tidak hanya menarik dan mudah diakses, tetapi juga akurat, terverifikasi dan bertanggungjawab secara sosial.
Konstruksi Pesan Ecodakwah di Media Sosial: Analisis pada Akun Instagram @kaderhijaumuhammadiyah dan @nucare_lazisnu Ela Indah Dwi Syayekti; Dwi Bagus Irawan
Jurnal Al Nahyan Vol. 3 No. 2 (2026): Al-Nahyan : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islan STAIMAS Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya krisis lingkungan mendorong berbagai pihak, termasuk organisasi Islam untuk membangun kesadaran ekologis masyarakat. Salah satu bentuk membangun kesadaran tersebut adalah ecodakwah, yaitu penyampaian pesan-pesan keIslaman yang mengintegrasikan nilai-nilai pelestarian lingkungan dengan ajaran Islam. Instagram menjadi salah satu media yang dimanfaatkan untuk menyebarkan pesan ecodakwah karena mampu menjangkau audiens secara luas dan interaktif. Di antara akun yang aktif mengangkat isu tersebut adalah @kaderhijaumuhammadiyah dan @nucare_lazisnu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik konstruksi pesan pada organisasi masyarakat Islam dengan orientasi kelembagaan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode dokumentasi dan studi pustaka. Data dianalisis menggunakan model framing Robert N. Entman melalui empat elemen yaitu pendefinisian masalah, diagnosis penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi penyelesaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada keempat elemen tesebut, @kaderhijaumuhammadiyah secara konsisten membingkai persoalan lingkungan sebagai persoalan struktural yang menuntut kesadaran kritis edukasi, dan advokasi. Sedangkan @nucare_lazisnu secara konsisten membingkainya sebagai bagian dari aktivitas keagamaa, filantropi, dan pemberdayaan yang menekankan solusi praktis berbasis kemaslahatan. Temuan ini menegaskan bahwa karakter kelembagaan organisasi Islam secara sistemais membentuk pola framing pesan ecodakwah di media sosial. Sebuah kontribusi yang memperkaya kajian dakwah digital sekaligus memberikan model empiris bagi penelitian framing berbasis konten Instagram selanjutnya.