Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of the Role of Social Media Marketing in Shaping Brand Awareness and Purchase Decisions in UMKM: A Literature Review Arrosyid Chusayyin; Tri Djatmika; Puji Handayati; Diki Darmawan
Jurnal Ilmiah Manajemen Ekonomi Dan Akuntansi (JIMEA) Vol. 3 No. 3 (2026): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jimea.v3i3.7519

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah strategi pemasaran UMKM dari metode konvensional menuju pemasaran berbasis digital yang lebih efektif dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran social media marketing dalam meningkatkan brand awareness dan memengaruhi keputusan pembelian konsumen pada UMKM. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder seperti jurnal nasional dan internasional, buku, prosiding, skripsi, tesis, serta dokumen pendukung lain yang relevan dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan penelusuran literatur secara sistematis, sedangkan analisis data menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social media marketing melalui platform seperti WhatsApp Business, Instagram, TikTok, Facebook, dan YouTube berperan penting dalam memperluas jangkauan pasar, membangun komunikasi dua arah dengan konsumen, serta meningkatkan daya saing UMKM. Brand awareness menjadi faktor penting yang menghubungkan aktivitas pemasaran digital dengan keputusan pembelian, karena konsumen cenderung memilih produk yang sudah dikenal, dipercaya, dan memiliki citra positif. Social media marketing terbukti mampu meningkatkan brand awareness melalui konten yang konsisten, interaktif, dan menarik, sehingga mendorong konsumen untuk melakukan pembelian. Dengan demikian, social media marketing, brand awareness, dan keputusan pembelian merupakan tiga aspek yang saling berkaitan dan perlu diterapkan secara terintegrasi agar UMKM mampu bertahan dan berkembang di era bisnis digital.
Women Leadership Pattern towards the Resilience of Pesantren in the TUNA Era Moh. Hanif Adzhar; Umil Mu’alimatun Muzaroh Fitroroh; Diki Darmawan; Nabila Husna
Journal of Pesantren and Diniyah Studies Vol. 3 No. 1 (2026): Journal of Pesantren and Diniyah Studies
Publisher : Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63245/jpds.v3i1.70

Abstract

Pesantren face new challenges in the form of turbulent, uncertain, and novel changes, or the TUNA Era, which refers to an institutional condition characterized by turbulence, uncertainty, novelty, and ambiguity. This study aims to analyze how the leadership of Nyai Hj. Bariroh Aziz at the Al-Madienah Denanyar Pesantren in Jombang builds institutional resilience through the perspectives of self-agency and feminist ethics. This study employs a qualitative case study design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis, and then analyzed thematically through data reduction, coding, and case interpretation. The results indicate that Nyai’s leadership is built upon eight dimensions of self-agency: self-reflection, open communication, processing of experiences, the ability to make sound decisions, analysis of long-term benefits, care for oneself and the environment, consistent commitment, and a willingness to engage in continuous learning. These dimensions form a leadership style that is reflective, adaptive, inclusive, and oriented toward the common good, thereby strengthening the resilience of the pesantren without compromising its core values. This study expands the discourse on women’s leadership in pesantrens by demonstrating that women’s agency serves as a source of institutional resilience. Theoretically, self-agency and feminist ethics help explain how the authority, moral responsibility, and strategic decisions of female leaders contribute to institutional resilience amid uncertainty.