Konsep ihsan adalah salah satu istilah penting dalam al-Qur'an yang memiliki peran besar dalam membentuk nilai-nilai etika Islam. Meskipun umumnya dianggap sebagai bentuk kebaikan atau kesempurnaan dalam beribadah, makna yang terkandung dalam al-Qur’an menunjukkan makna yang lebih rumit dan terkait erat dengan sistem nilai wahyu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami arti ihsan dengan menggunakan pendekatan semantik yang dikembangkan oleh Toshihiko Izutsu. Penelitian ini juga mempertimbangkan beberapa aspek seperti makna dasar, makna relasional, makna oposisi, sinkronik dan diakronik, serta analisis secara bersamaan dan sepanjang waktu. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang didasarkan pada studi kepustakaan dengan pendekatan semantik struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna akar ḥ-s-n tidak hanya meliputi kebaikan secara umum, tetapi semakin diperkuat dalam al-Qur’an melalui hubungannya dengan istilah-istilah seperti 'adl, iman, dan taqwa, serta melalui perbandingan dengan kata-kata seperti sayyi’ah dan zulm. Dalam kontkes penggunaannya, ihsan menunjukkan tingkatan nilai yang melebihi standar keadilan dan mempertunjukkan kualitas tindakan yang terarah pada kesadaran akan keagamaan. Analisis diakronik menunjukkan adanya perubahan dari makna sosial dan estetis yang ada sebelum munculnya al-Qur'an menuju makna yang lebih bersifat etis dan teologis, yang terpadu dalam sistem keyakinan satu Tuhan. Dengan demikian, ihsan berperan sebagai konsep yang menggambarkan tingkat kualitas keagamaan dalam struktur pandangan dunia al-Qur'an yang memiliki tingkatan dan saling terkait.