Merry Arianti
Akper Bunda Delima Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi pengetahuan dan pendampingan dalam pengelolaan hipertensi pada lansia Wijonarko Wijonarko; Ferry Ferry; Hendra Jaya Putra; Merry Arianti
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 3 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i3.2944

Abstract

Background: Hypertension is a chronic health problem prevalent in the elderly and a major risk factor for cardiovascular disease. Its management requires a comprehensive approach, including non-pharmacological methods such as physical activity. This condition is characterized by persistent elevations in arterial blood pressure that exceed normal limits, generally ≥150/90 mmHg. At the Gedong Air Community Health Center, the prevalence of hypertension was recorded at 34.25%, indicating a persistently high burden of health problems in the community. This community service activity focuses on optimizing hypertension management in the elderly through education. Limited access to information related to the prevention of other degenerative diseases is exacerbated by unhealthy lifestyles and lack of physical activity. Interventions through health education are a strategic and effective step in reducing the prevalence of degenerative diseases in the community, particularly in increasing knowledge and awareness regarding prevention efforts and the implementation of healthy lifestyle behaviors. Purpose: To provide education to increase awareness among elderly hypertensive patients in identifying preventive measures against potential cardiovascular complications. Method: This activity was held on Tuesday, January 13, 2026, at 9:30 a.m. WIB at the Kenanga Integrated Health Post (Posyandu), Sukadanaham Village, Bandar Lampung City. Twenty-three elderly people with a history of hypertension participated, along with health cadres and village midwives. The primary target population of this activity was the geriatric population diagnosed with hypertension. Participants were recruited from the Gedong Air Community Health Center (Puskesmas) working area and met the inclusion criteria: aged ≥60 years, diagnosed with hypertension, willing to participate, and having no medical contraindications for light physical activity. The education was provided interactively and participatory, covering essential material on hypertension, including the definition and classification of hypertension, the etiology and risk factors of hypertension, short- and long-term complications of hypertension, and the principles of non-pharmacological and pharmacological hypertension management. Evaluation was conducted through measuring knowledge levels and presented descriptively. Results: Shows that most respondents have blood pressure in the normal category, namely 18 respondents (78.3%), the body mass index of most respondents is in the normal (ideal) category, namely 11 respondents (47.8%) and for the knowledge aspect, the majority of respondents have a level of knowledge in the good category, namely 17 respondents (73.9%). Respondents also showed a commitment to changing attitudes and behavior, which is shown by the readiness to implement a healthy lifestyle independently, carry out regular health checks, exercise regularly, and consume low-salt foods. Conclusion: Community-based health education activities combined with direct physical examinations have proven highly effective in strengthening public literacy regarding the prevention of cardiovascular disorders, particularly for those with hypertension. Strengthening collective understanding of preventive management significantly contributes to increasing individual independence in managing their health risks. The synergy between knowledge and independent preventive actions will have a broad impact on improving overall community health. Suggestion: All activity participants are strongly encouraged to adopt a healthy lifestyle: exercise regularly, such as walking in the morning, maintain adequate hydration by drinking enough water, and ensure 6-7 hours of quality sleep each night. Reduce salt and fat intake, and increase fruit and vegetable intake for a healthier body. To all cadres, let's be more enthusiastic in inviting and guiding the elderly in our community to actively participate in maintaining their health, while also monitoring their health to prevent the risk of cardiovascular disorders. Keywords: Elderly; Health education; Hypertension Pendahuluan: Hipertensi adalah masalah kesehatan kronis yang dominan pada lansia dan merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Penanganannya membutuhkan pendekatan komprehensif, termasuk metode non-farmakologis seperti aktivitas fisik. Kondisi ini ditandai dengan peningkatan tekanan darah dalam arteri yang melebihi batas normal, umumnya ≥150/90 mmHg secara persisten. Di Puskesmas Gedong Air, prevalensi hipertensi tercatat sebesar 34.25%, yang menunjukkan masih tingginya beban masalah kesehatan di masyarakat.Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada optimalisasi manajemen hipertensi pada lansia melalui edukasi. Keterbatasan akses informasi terkait pencegahan penyakit degeneratif lainnya, kondisi ini semakin diperburuk oleh penerapan gaya hidup tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik.Intervensi melalui edukasi kesehatan menjadi langkah yang strategis dan efektif dalam menurunkan prevalensi penyakit degeneratif di masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan serta kesadaran mengenai upaya pencegahan dan penerapan perilaku hidup sehat. Tujuan: Memberikan edukasi unt5uk meningkatkan kesadaran lansia pasien hipertensi dalam mengidentifikasi tindakan preventif terhadap potensi komplikasi kardiovaskular. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa , 13 Januari 2026 pukul 09.30 WIB di Posyandu Kenanga, Kelurahan Sukadanaham, Kota Bandar Lampung. Peserta kegiatan berjumlah 23 lansia dengan riwayat hipertensi, serta turut dihadiri oleh kader kesehatan dan bidan desa. Sasaran utama kegiatan ini adalah populasi geriatri (lansia) yang terdiagnosis hipertensi. Partisipan direkrut dari wilayah kerja UPTD Puskesmas Gedong Air yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu berusia ≥60 tahun, terdiagnosis hipertensi, bersedia berpartisipasi, dan tidak memiliki kontraindikasi medis untuk melakukan aktivitas fisik ringan. Pemberian penyuluhan dilakukan secara interaktif dan partisipatif, mencakup materi esensial mengenai hipertensi, meliputi definisi dan klasifikasi hipertensi, etiologi dan faktor risiko hipertensi, komplikasi jangka pendek dan panjang hipertensi dan prinsip-prinsip pengelolaan hipertensi secara non-farmakologis dan farmakologis. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran tingkat pengetahuan dan disampaikan secara deskriptif. Hasil: Menunjukkan sebagian besar responden memiliki tekanan darah dalam kategori normal, yaitu sebanyak 18 responden (78.3%), indek masa tubuh responden sebagian besar berada pada kategori normal (ideal) yaitu 11 responden (47.8%) dan untuk aspek pengetahuan, mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik yaitu sebanyak 17 responden (73.9%). Responden juga menunjukkan adanya komitmen dalam perubahan sikap dan perilaku, yang ditunjukkan dengan kesiapan menerapkan pola hidup sehat secara mandiri, melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, berolahraga secara teratur, serta mengonsumsi makanan rendah garam. Simpulan: Kegiatan edukasi kesehatan berbasis komunitas yang dipadukan dengan pemeriksaan fisik secara langsung terbukti memiliki efektivitas tinggi dalam memperkuat literasi masyarakat mengenai pencegahan gangguan kardiovaslkuler, khususnya bagi penderita hipertensi. Penguatan pemahaman kolektif mengenai tata laksana preventif ini memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kemandirian individu dalam mengelola risiko kesehatan mereka. Sinergi antara pengetahuan dan tindakan preventif mandiri ini akan berdampak luas pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Saran:    Bagi seluruh peserta kegiatan, sangat dianjurkan untuk membiasakan diri dengan pola hidup sehat: rutin berolahraga seperti jalan pagi, penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan cukup minum air putih, dan pastikan tidur berkualitas 6-7 jam setiap malam. Kurangi asupan garam dan lemak, serta perbanyaklah makan buah dan sayur untuk tubuh yang lebih bugar. Kepada para kader, mari lebih semangat lagi dalam mengajak dan membimbing para lansia di lingkungan kita untuk berpartisipasi aktif dalam mempertahankan kesehatan, sekaligus memantau kesehatan mereka demi mencegah risiko gangguan kardiovaskuler.