Amaliah Amriani Amran Saru
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi pelayanan kesehatan peduli remaja dan gerakan sekolah sehat sebagai upaya peningkatan literasi kesehatan siswa Andi Mushawwir Taiyeb; Amaliah Amriani Amran Saru; Dewi Sartika Amboupe; Muh. Syaiful Akbar; Andi Citra Pratiwi; Indah Sari Ikhwan
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 3 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i3.3263

Abstract

Background: Adolescents are an age group vulnerable to various health problems due to low health literacy and a lack of understanding of healthy lifestyles. Schools have a strategic role in supporting adolescent health through health education and the implementation of the Healthy School Movement. Purpose: To improve adolescent health knowledge and literacy by strengthening the Healthy School Movement. Method: This community service activity was conducted on April 30, 2026, at SMAN 2 Makassar, involving 17 students from the Student Council (OSIS) and the Youth Movement (RPM). The activity aimed to improve adolescent health literacy and strengthen students' understanding of healthy lifestyles through education on adolescent health services and strengthening the Healthy School Movement. The activity included interactive lectures, discussions, questions and answers, and the distribution of health education leaflets. Evaluation used pre- and post-tests to assess participants' knowledge before and after the education. Results: The level of knowledge of respondents before the education activity was 41.1% in the good category, 47.1% in the sufficient category, and 11.8% in the poor category. Meanwhile, the level of knowledge of respondents after educational activities, all respondents were in the good category, namely 100%. Conclusion: Education on youth-focused health services (PKPR) and the healthy school movement effectively increase students' knowledge and awareness in shaping lifestyle habits, character, and the foundation for a healthy future. This activity supports strengthening youth health literacy and the role of the Student Council (OSIS) and the Healthy School Movement (PMR) as health promotion agents in schools. Suggestion: Schools are expected to integrate youth health education, youth-focused health services (PKPR), and the healthy school movement into routine school programs through OSIS and PMR activities, as well as health-based learning. Furthermore, ongoing collaboration between schools and community health centers is needed to provide education, health screenings, and youth health coaching to improve health literacy and encourage healthy lifestyles in students. Keywords: Health literacy; Healthy school movement; School health education; Youth; Youth-focused health services Pendahuluan: Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan akibat rendahnya literasi kesehatan dan kurangnya pemahaman mengenai perilaku hidup sehat. Sekolah memiliki peran strategis dalam mendukung penguatan kesehatan remaja melalui edukasi kesehatan dan implementasi gerakan sekolah sehat. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan literasi pelayanan kesehatan remaja melalui penguatan gerakan sekolah sehat. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 30 April 2026 di SMAN 2 Makassar dengan melibatkan 17 siswa OSIS dan PMR sebagai peserta. Sasaran kegiatan adalah untuk meningkatkan literasi kesehatan remaja dan memperkuat pemahaman siswa mengenai perilaku hidup sehat melalui edukasi pelayanan kesehatan remaja dan penguatan gerakan sekolah sehat. Kegiatan dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi, tanya-jawab, dan pembagian leaflet edukasi kesehatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi. Hasil: Menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum kegiatan edukasi adalah sebesar 41.1% dalam kategori baik, sebesar 47.1% dalam kategori cukup, dan sebesar 11.8% dalam kategori kurang. Sedangkan tingkat pengetahuan responden setelah kegiatan edukasi, seluruh responden dalam kategori baik yaitu sebesar 100%. Simpulan: Edukasi pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR) dan gerakan sekolah sehat efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa dalam membentuk kebiasaan hidup, karakter, dan fondasi masa depan. Kegiatan ini mendukung penguatan literasi kesehatan remaja serta peran OSIS dan PMR sebagai agen promosi kesehatan di sekolah. Saran: Pihak sekolah diharapkan dapat mengintegrasikan edukasi kesehatan remaja, pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR), dan gerakan sekolah sehat ke dalam program rutin sekolah melalui kegiatan OSIS, PMR, maupun pembelajaran berbasis kesehatan. Selain itu, diperlukan kerja sama yang berkelanjutan antara sekolah dan puskesmas dalam penyelenggaraan edukasi, skrining kesehatan, serta pembinaan kesehatan remaja untuk meningkatkan literasi kesehatan dan mendorong perilaku hidup sehat pada peserta didik.